Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Senin, 05/05/2008 15:55 WIB
SBY Berdoa Turun Harga Minyak Malah Naik Lagi
Luhur Hertanto - detikFinance

Presiden SBY (Abror)
Hal ini diungkapkan oleh Presiden SBY dalam sambutannya di acara makan siang bersama komunitas pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2008).
"Empat hari saya berdoa agar turun lagi, karena harga minyak turun terus. Kalau sudah pas dengan asumsi di APBN, kita tidak pusing lagi. Tetapi dua hari ini naik lagi," ujar SBY tersenyum kecut.
Pada perdagangan Jumat (2/5/2008) di New York, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Juni kembali melonjak hingga 3,80 dolar menjadi US$ 116,32 per barel. Di London, minyak jenis Brent juga meloncat hingga 4,06 dolar menjadi US$ 114,56 per barel
Harga minyak mentah sangat bergejolak sepanjang pekan lalu. Jika pada Senin hampir menyentuh US$ 120 per barel, harga sempat surut hingga US$ 112 per barel pada Kamis seiring menguatnya dolar AS. Namun pada akhir pekan, harga minyak akhirnya mengamuk lagi.
Dengan lonjakan harga minyak itu, maka Indonesia Crude Price (ICP) Maret rata-rata selama Maret mencapai US$ 103 per barel. Angka itu hanya terpaut sedikit dengan asumsi pemerintah atas harga minyak mentah dunia dalam APBNP 2008 yang ditetapkan US$ 95 per barrel.
Presiden sampai sekarang mengaku belum mengetahui penyebab terus melonjaknya harga minyak dunia. Berbagai teori kemungkinan yang ada tidak mampu memberi jawaban yang memuaskan sesuai fakta empiris di lapangan.
"Kemudian muncul teori lain. Para pengusaha yang dulu main di stok, kini mereka berspekulasi. Kalo iya (betul penyebabnya) ini yang tidak kita suka dari globalisasi. Terkadang satu negara dihukum dengan keadaan seperti itu, tapi saat bersamaan ada negara bergelimang dolar," imbuh dia.
Meski juga tengah mengalami masa sulit, kondisi Indonesia tergolong jauh lebih baik dari beberapa negara lain yang sampai dilanda kerusuhan. Kini pemerintah terus memantau langkah apa yang diambil negara-negara utama di Asia dalam mengatasi krisis energi dan pangan yang terjadi.
"Ada yang sudah menaikkan (harga BBM) ada yang akan melakukannya. Benchmarking ini penting karena persoalan yang dihadapi sama," jelas SBY.
(lh/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Harga BBM akan Naik, Harga Barang Tak Naik Signifikan
- Industri Rokok Tak Terpengaruh Kenaikan Harga BBM
- Harga BBM Pasti Naik, Presiden SBY Gelar Rapat Terbatas
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
