Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Senin, 05/05/2008 17:12 WIB
Kompensasi Kenaikan BBM Harus Bisa Sediakan Lapangan Kerja
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Hal tersebut ditegaskan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Senin (5/5/2008).
"Dari sisi APBN, kenaikan harga BBM memang tidak terhindari. Kalaupun program penghematan seperti smart card dan kartu kendali jalan, tetap tak mampu redam subsidi. Yang penting bagaimana program kompensasinya, itu yang belum konkret sampai sekarang," tegasnya.
Menutur Pri Agung, berbagai program seperti Jaringan Pengaman Sosial atau Bantuan Langsung Tunai yang selama ini dilakukan sulit terukur tingkat keberhasilannya. Banyak masyarakat yang akhirnya menyalahgunakan bantuan yang diberikan.
"Jadi yang terpenting, meskipun harga BBM naik, sebagai gantinya pemerintah juga harus bisa menyediakan lapangan kerja sehingga masyarakat tetap bisa punya penghasilan," kata dia.
Begitu juga dengan berbagai program penghematan BBM seperti smart card, kartu kendali, dan konversi. Baginya program-program tersebut memang tidak signifikan menyelamatkan APBN dengan kondisi sekarang. Jika harga minyak terus melambung, maka subsidi BBM tetap takkan terbendung.
Namun Pri Agung menekankan dengan kenaikan harga BBM hanya mampu menyelamatkan APBN dalam jangka waktu tertentu saja. Menurutnya jika pemerintah menaikkan harga BBM sekitar 30%, hanya bisa menyelamatkan APBN jika harga minyak berada di kisaran US$ 120 per barel. "Kalau ternyata harga minyak terus naik, ya tetap tidak bisa meredam subsidi di APBN," katanya.
(lih/ddn)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BLT Kurang Cocok, PNPM Lebih Pas
- Harga BBM Harus Naik Sebelum Juni Berakhir
- SBY Berdoa Turun Harga Minyak Malah Naik Lagi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
