Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK -
Kamis, 20/11/2008 16:25 WIB
15 Provinsi Naikkan UMP 2009 Lebih dari 10%
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 09:47 WIB
Updated
Minyak Tembus Juga US$ 120,23
Nurul Qomariyah - detikFinance

Trading Floor Nymex (Ist)
Pada perdagangan Selasa (6/5/2008) padi di pasar Singapura, kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni diperdagangkan di level US$ 119,96 per barel, atau hanya turun tipis dari harga penutupan di New York Mercantile Exchange di US$ 119,97 per barel.
Namun pada perdagangan siang, kontrak ini kembali melejit ke rekor tertingginya di US$ 120,23 per barel. Kontrak ini sempat menembus US$ 120,20 per barel pada pertengahan perdagangan Senin (5/5/2008), sebelum akhirnya ditutup merosot 3,65 per barel dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Sementara di London, minyak jenis Brent pengiriman Juni juga sempat menembus rekor tertingginya di US$ 118,58 per barel, sebelum akhirnya ditutup melonjak hingga 3,43 per barel ke level US$ 117,99 per barel.
Harga minyak memang terus menggila sejak awal tahun ini. Dipicu oleh merosotnya nilai tukar dolar, para investor semakin semangat memburu komoditas. Dengan pelemahan dolar AS, maka komoditas yang berdenominasi dolar akan terlihat murah. Investor juga untuk sementara memilih meninggalkan pasar finansial ditengah ketidakpastian akibat krisis subprime mortgage.
Kondisi tersebut diperparah oleh kondisi geopolitik seperti pemogokan di Nigeria, Inggris dan serangan Turki atas pemberontak di Irak. Gangguan-gangguan itu secara langsung dikhawatirkan akan mempengaruhi suplai minyak dunia, ditengah permintaan yang semakin meningkat. Jika ditotal, harga minyak telah melonjak hampir dua kali lipat pada tahu ini.
"Lonjakan harga minyak mentah yang sangat keras kepala ini sepertinya menolak untuk berakhir," jelas Phil Flynn, dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP.
Lonjakan harga kembali terjadi pada Senin awal pekan ini akibat gangguan suplai di Nigeria yang merupakan penghasil minyak terbesar di Afrika. Selain itu, memanasnya kembali situasi di Iran yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC menambah kekhawatiran investor.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- SBY Berdoa Turun Harga Minyak Malah Naik Lagi
- Indonesia Belum Siap Terapkan Hedging Harga Minyak
- Hemat Rp 101 T, Pemerintah Diusulkan Hedging Harga Minyak
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
