Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 11:13 WIB
RI Kaji Mundur Dulu dari OPEC
Luhur Hertanto - detikFinance

Presiden SBY (Abror)
Pernyatan tersebut dilontarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan Musyawarah Perencaaan Pengembangan Nasional 2008 di Kompleks Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
"Indonesia saat ini bukan lagi negara pengekspor minyak murni, dalam artian ekspor kita lebih banyak dari impor BBM. Tapi kita sekarang juga merupakan negara pengimpor sejumlah fuel yang tidak sedikit," jelas SBY.
"Karenanya dalam sidang kabinet kemarin kita membahas apakah kita tetap di OPEC atau mundur saja dulu sambil meningkatkan produksi minyak dalam negeri, sehingga lalu kita pantas masuk lagi dalam OPEC," imbuh SBY.
Lifting minyak Indonesia saat ini tercatat hanya 927 ribu barel per hari. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya investasi untuk mendongkrak produksi.
"Cukup banyak sumur tua yang harus kita perbaiki," pungkas SBY.(qom/ir)
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- 3 Opsi Selain Kenaikan BBM
- BBM Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 3 Juta Orang
- BBM Naik, Pekerja Makin Nombok
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
