Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 08:04 WIB
Berkat Komoditas, Permintaan Mobil dari Luar Jawa Kian Deras -
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September -
Jumat, 29/08/2008 07:16 WIB
Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan -
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar -
Kamis, 28/08/2008 22:12 WIB
Realisasi Investor AS Bangun PLTP di Dekat Lumpur Lapindo Disangsikan -
Kamis, 28/08/2008 18:18 WIB
Beli Elpiji 3 Kg Diusulkan Pakai Kartu
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 11:40 WIB
RI Keluar dari OPEC Setelah 2008
Luhur Hertanto - detikFinance

Purnomo Yusgiantoro (lih)
Jakarta -
Indonesia kemungkinan baru akan keluar dari OPEC setelah tahun 2008. Alasannya, Indonesia sudah terlanjur membayar iuran keanggotaan untuk tahun 2008.
"Tahun ini kan kita sudah bayar iuran keanggotaan," kata Menteri ESDM Purnomo yusgiantoro usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Nasional 2008 di Kompleks Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Sayangnya Purnomo tidak memberi jawaban saat ditanya apakah kemungkinan keluar dari OPEC akan dilakukan tahun 2009. Rencana Indonesia keluar dari OPEC sebelumnya diutarakan oleh Presiden SBY, dengan alasan saat ini Indonesia mengimpor BBM cukup besar.
"Dalam sidang kabinet kemarin kita membahas apakah kita tetap di OPEC atau mundur saja dulu sambil meningkatkan produksi minyak dalam negeri, sehingga lalu kita pantas masuk lagi dalam OPEC," kata SBY.
Purnomo menambahkan, kajian untuk keluar dari OPEC itu dikarenakan Indonesia saat ini tak lagi murni sebagai negara produsen minyak.
Apa konsekuensi RI keluar dari OPEC? "Ya ini kan masih menjadi pembicaraan. Kemarin saja waktu kita bahas sidkab BBM, ini fresh from the oven. Jadi kita kaji lagi secara cermat nanti implikasinya," pungkasnya.
Seperti diketahui, status keanggotaan OPEC terbagi atas 3 kategori yakni anggota pendiri OPEC, anggota penuh dan anggota biasa. Indonesia saat ini masuk kategori anggota penuh, dan sesuai aturan tidak berkaitan dengan jumlah produksi suatu negara. Sebagai anggota OPEC, Indonesia harus membayar iuran US$ 2 juta per tahun.
(qom/ir)
RI Keluar dari OPEC Setelah 2008
Luhur Hertanto - detikFinance

Purnomo Yusgiantoro (lih)
"Tahun ini kan kita sudah bayar iuran keanggotaan," kata Menteri ESDM Purnomo yusgiantoro usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Nasional 2008 di Kompleks Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Sayangnya Purnomo tidak memberi jawaban saat ditanya apakah kemungkinan keluar dari OPEC akan dilakukan tahun 2009. Rencana Indonesia keluar dari OPEC sebelumnya diutarakan oleh Presiden SBY, dengan alasan saat ini Indonesia mengimpor BBM cukup besar.
"Dalam sidang kabinet kemarin kita membahas apakah kita tetap di OPEC atau mundur saja dulu sambil meningkatkan produksi minyak dalam negeri, sehingga lalu kita pantas masuk lagi dalam OPEC," kata SBY.
Purnomo menambahkan, kajian untuk keluar dari OPEC itu dikarenakan Indonesia saat ini tak lagi murni sebagai negara produsen minyak.
Apa konsekuensi RI keluar dari OPEC? "Ya ini kan masih menjadi pembicaraan. Kemarin saja waktu kita bahas sidkab BBM, ini fresh from the oven. Jadi kita kaji lagi secara cermat nanti implikasinya," pungkasnya.
Seperti diketahui, status keanggotaan OPEC terbagi atas 3 kategori yakni anggota pendiri OPEC, anggota penuh dan anggota biasa. Indonesia saat ini masuk kategori anggota penuh, dan sesuai aturan tidak berkaitan dengan jumlah produksi suatu negara. Sebagai anggota OPEC, Indonesia harus membayar iuran US$ 2 juta per tahun.
(qom/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)
