Berita Lain

Indeks Berita





Selasa, 06/05/2008 14:24 WIB
Asumsi APBN Berubah Lagi, Pertumbuhan Ekonomi Diturunkan
Wahyu Daniel - detikFinance



Jakarta - Pemerintah kembali merevisi asumsi makro dalam APBNP 2008. Perubahan asumsi dan proyeksi sampai akhir 2008 ini dibuat dengan memperhitungkan rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah.

Dalam proyeksi itu pemerintah menurunkan angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2008 menjadi 6% dari proyeksi semula 6,4%.

"Di tengah situasi yang sulit pada tahun ini memang sepertinya proteksi pertumbuhan ekonomi akan turun, apalagi di kuartal kedua. Tekanan harga komoditas akan mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat, sehingga itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari target APBNP 6,3-6,4%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hal itu diungkapkan Menkeu disela-sela acara Musrenbangnas di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).

Asumsi nilai tukar rupiah juga diubah dari 9.100 per dolar AS menjadi 9.000-9.100 per dolar AS. "Ke depan kami perkirakan nilai mata uang dolar AS akan terus merosot di tengah situasi perekonomian yang belum stabil," katanya.

Untuk inflasi sampai akhir 2008, Menkeu memperkirakan akan meningkat di kisaran 8,5-9,5% dari semula 6,5%. Sedangkan suku bunga SBI 3 bulan diproyeksikan meningkat jadi 8,5% menjadi 9% seiring kenaikan inflasi. Harga minyak ICP untuk tahun ini diperkirakan akan terus naik sehingga proyeksi sampai akhir tahun 2008 meningkat menjadi US$ 110 per barel dari semula US$ 95 per barel.

Menkeu mengatakan untuk defisit akan menjaga di kisaran maksimal di level 2%. "Defisit akan kita jaga di level 1,8-2% hingga akhir tahun 2008," katanya.

Dengan perubahan proyeksi ini, Menkeu masih akan melihat apakah akan ada perubahan APBNP yang kedua. "Kita akan konsultasikan ke DPR dan nanti akan kita lihat lagi hasilnya bagaimana, saya belum bisa memberitahu dulu untuk saat ini," ujarnya.

Untuk langkah-langkah di tahun ini terutama dalam memerangi beban subsidi BBM yang cukup tinggi, Menkeu mengatakan, pemerintah akan tetap melakukan pembatasan konsumsi BBM melalui smart card dan kartu kendali.

"Langkah-langkah penghematan energi juga akan terus dilakukan, di kantor pemerintah, mal, hotel, shopping center dan juga jam tayang TV. Semua usaha ini dilakukan dalam rangka pengetatan beban subsidi pemerintah," jelas Menkeu.

Untuk tahun 2009 pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 6,2-6,5%, inflasi masih akan tetap tinggi 5,8-6,2%, rupiah akan lebih menguat sekitar 100-200 menjadi 8.950 sampai 9.050 per dolar AS. Bunga SBI diperkirakan 7,25%-7,75 dan harga minyak ICP US$ 95-110 per barel dengan lifting 950 juta barel per hari.
(ir/ddn)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518