Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 18:25 WIB
Updated
BI Siapkan Uang Lebaran Rp 77 T -
Jumat, 29/08/2008 16:16 WIB
Herwidayatmo dan Peter B Stok Berlabuh di Permata -
Jumat, 29/08/2008 15:05 WIB
Dana Pemda di SBI Tinggal Rp 32 Triliun -
Jumat, 29/08/2008 12:03 WIB
Perbankan Jaga Pesona Deposito -
Kamis, 28/08/2008 17:28 WIB
Bank Harus Jelaskan Deposito yang Lebih Tinggi dari LPS -
Kamis, 28/08/2008 16:33 WIB
Potensi Kredit di Banten Masih Besar
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 17:19 WIB
Kenaikan BI Rate Rasional
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (dnl)
Jakarta -
Pemerintah menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan BI Rate ke level 8,25 persen. Pemerintah menilai kebijakan BI itu sangat rasional di tengah tekanan inflasi.
"Sebab BI mampu melihat perkembangan inflasi yang naik cukup tinggi jadi apa yang diputuskan tersebut tampaknya rasional," ujar Menko Perekonomian Boediono usai Musrenbangnas 2008 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Boediono mengatakan inflasi ke depan tekanannya masih tetap akan tinggi, akan tetapi pemerintah berupaya untuk menjaga agar level inflasi di akhir tahun tidak melenceng jauh dari APBNP sebesar 6,5 persen.
Namun Boediono mengaku belum mengetahui persis berapa tekanan inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan BBM.
"Namun pemerintah akan mencermati setiap perkembangan eksternal yang terjadi, jadi kita belum tahu berapa inflasinya," ujarnya.
(ddn/ir)
Kenaikan BI Rate Rasional
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (dnl)
"Sebab BI mampu melihat perkembangan inflasi yang naik cukup tinggi jadi apa yang diputuskan tersebut tampaknya rasional," ujar Menko Perekonomian Boediono usai Musrenbangnas 2008 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Boediono mengatakan inflasi ke depan tekanannya masih tetap akan tinggi, akan tetapi pemerintah berupaya untuk menjaga agar level inflasi di akhir tahun tidak melenceng jauh dari APBNP sebesar 6,5 persen.
Namun Boediono mengaku belum mengetahui persis berapa tekanan inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan BBM.
"Namun pemerintah akan mencermati setiap perkembangan eksternal yang terjadi, jadi kita belum tahu berapa inflasinya," ujarnya.
(ddn/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
