Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 21/08/2008 15:40 WIB
Harga Minyak Goreng Siap Turun -
Kamis, 21/08/2008 15:27 WIB
Sembako Maksimal Hanya Boleh Naik 10% -
Kamis, 21/08/2008 15:20 WIB
Penurunan Harga CPO Pukul Industri -
Kamis, 21/08/2008 15:12 WIB
Pertamina Bidik Rp 5 Triliun dari Pelumas -
Kamis, 21/08/2008 15:06 WIB
Pertamina Bangun Kilang Oli Canggih Se-Asia Pasifik -
Kamis, 21/08/2008 14:02 WIB
PE CPO September Jadi 10%
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 07:40 WIB
Harga Minyak Melejit US$ 121
Irna Gustia - detikFinance

Foto: Apexindo
New York -
Pergerakan harga minyak makin tidak terkendali dan terus menembus level tertingginya. Harga minyak di New York tembus ke US$ 121,84 per barel (1 barel=159 liter).
Pasar minyak menjadi hiruk pikuk karena dipicu kerusuhan oleh militan di Nigeria, yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Pasar juga cemas terhadap pelemahan mata uang dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (6/5/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet pengiriman Juni sempat melonjak ke US$ 122,73 per barel, sebelum akhirnya ditutup di posisi US$ 121,84 per barel atau naik US$ 1,87.
Begitu pula dengan harga minyak di London untuk jenis Brent North Sea pengiriman Juni naik US$ 2,31 menjadi US$ 120,31 per barel. Sejak awal tahun 2008 harga minyak dunia sudah naik lebih dari US$ 20.
"Pasar masih fokus pada fluktuasi mata uang, masalah geopolitik yang terjadi Nigeria, Irak dan Iran dan masalah ekonomi AS. Ketiga faktor ini membuat pasar cemas terhadap pasokan minyak," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP.
Militan di Nigeria menyerang sebuah kapal minyak di pesisir barat Afrika dan membawa dua orang sebagai sanderanya.
Sementara Iran yang merupakan negara produsen minyak terbesar keempat dunia, kembali menolak inspeksi proyek nuklirnya yang membuat pasar takut Iran sedang dalam proses memprodusi bom atom.(ir/ir)
Harga Minyak Melejit US$ 121
Irna Gustia - detikFinance

Foto: Apexindo
Pasar minyak menjadi hiruk pikuk karena dipicu kerusuhan oleh militan di Nigeria, yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Pasar juga cemas terhadap pelemahan mata uang dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (6/5/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet pengiriman Juni sempat melonjak ke US$ 122,73 per barel, sebelum akhirnya ditutup di posisi US$ 121,84 per barel atau naik US$ 1,87.
Begitu pula dengan harga minyak di London untuk jenis Brent North Sea pengiriman Juni naik US$ 2,31 menjadi US$ 120,31 per barel. Sejak awal tahun 2008 harga minyak dunia sudah naik lebih dari US$ 20.
"Pasar masih fokus pada fluktuasi mata uang, masalah geopolitik yang terjadi Nigeria, Irak dan Iran dan masalah ekonomi AS. Ketiga faktor ini membuat pasar cemas terhadap pasokan minyak," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP.
Militan di Nigeria menyerang sebuah kapal minyak di pesisir barat Afrika dan membawa dua orang sebagai sanderanya.
Sementara Iran yang merupakan negara produsen minyak terbesar keempat dunia, kembali menolak inspeksi proyek nuklirnya yang membuat pasar takut Iran sedang dalam proses memprodusi bom atom.(ir/ir)
Komentar terkini (3 Komentar)



