Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 07:40 WIB
Harga Minyak Melejit US$ 121
Irna Gustia - detikFinance

Foto: Apexindo
Pasar minyak menjadi hiruk pikuk karena dipicu kerusuhan oleh militan di Nigeria, yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Pasar juga cemas terhadap pelemahan mata uang dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (6/5/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet pengiriman Juni sempat melonjak ke US$ 122,73 per barel, sebelum akhirnya ditutup di posisi US$ 121,84 per barel atau naik US$ 1,87.
Begitu pula dengan harga minyak di London untuk jenis Brent North Sea pengiriman Juni naik US$ 2,31 menjadi US$ 120,31 per barel. Sejak awal tahun 2008 harga minyak dunia sudah naik lebih dari US$ 20.
"Pasar masih fokus pada fluktuasi mata uang, masalah geopolitik yang terjadi Nigeria, Irak dan Iran dan masalah ekonomi AS. Ketiga faktor ini membuat pasar cemas terhadap pasokan minyak," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP.
Militan di Nigeria menyerang sebuah kapal minyak di pesisir barat Afrika dan membawa dua orang sebagai sanderanya.
Sementara Iran yang merupakan negara produsen minyak terbesar keempat dunia, kembali menolak inspeksi proyek nuklirnya yang membuat pasar takut Iran sedang dalam proses memprodusi bom atom.(ir/ir)
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- RI Keluar dari OPEC Setelah 2008
- Updated
Minyak Tembus Juga US$ 120,23 - SBY Berdoa Turun Harga Minyak Malah Naik Lagi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
