Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 08:04 WIB
Berkat Komoditas, Permintaan Mobil dari Luar Jawa Kian Deras -
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September -
Jumat, 29/08/2008 07:16 WIB
Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan -
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar -
Kamis, 28/08/2008 22:12 WIB
Realisasi Investor AS Bangun PLTP di Dekat Lumpur Lapindo Disangsikan -
Kamis, 28/08/2008 18:18 WIB
Beli Elpiji 3 Kg Diusulkan Pakai Kartu
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 08:55 WIB
Tak Ada Penundaan Proyek Infrastruktur Meski APBN Berat
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Istimewa
Jakarta -
Pemerintah tidak akan menunda proyek-proyek infrastruktur, kendati kini APBN sedang menghadapi tekanan yang berat akibat kenaikan harga komoditas energi dan pangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kebiasaan melakukan penundaan proyek infrastruktur jika APBN mengalami tekanan, memang seringkali dilakukan di era pemerintahan soeharto.
"Tapi sekarang anggaran disusun berbasis kinerja, investasi infrastruktur tetap dijamin. Dengan anggaran multiyears, proyek tetap secure," katanya di Graha Niaga, Jakarta, Selasa malam (6/5/2008).
Pendanaan infrastruktur diprediksi akan mengalami peningkatan karena naiknya biaya-biaya seiring melejitnya harga minyak dunia dan tambang.
Sebelumnya, Deputi Menko Perekonomian Bambang Susantono yang juga Sekretaris Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI), mengatakan meski ada kenaikan biaya proyek vital tetap diteruskan.
Proyek infrastruktur yang difokuskan itu seperti pembenahan jalan pantura, lintas timur Sumatra, pelabuhan, bandara yang terkait langsung dengan kegiatan perekonomian.
Sementara Malaysia memutuskan untuk menunda pembangunan kereta cepat dari Kuala Lumpur ke Singapura karena kenaikan biaya akibat melonjaknya harga minyak.
(qom/ir)
Tak Ada Penundaan Proyek Infrastruktur Meski APBN Berat
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kebiasaan melakukan penundaan proyek infrastruktur jika APBN mengalami tekanan, memang seringkali dilakukan di era pemerintahan soeharto.
"Tapi sekarang anggaran disusun berbasis kinerja, investasi infrastruktur tetap dijamin. Dengan anggaran multiyears, proyek tetap secure," katanya di Graha Niaga, Jakarta, Selasa malam (6/5/2008).
Pendanaan infrastruktur diprediksi akan mengalami peningkatan karena naiknya biaya-biaya seiring melejitnya harga minyak dunia dan tambang.
Sebelumnya, Deputi Menko Perekonomian Bambang Susantono yang juga Sekretaris Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI), mengatakan meski ada kenaikan biaya proyek vital tetap diteruskan.
Proyek infrastruktur yang difokuskan itu seperti pembenahan jalan pantura, lintas timur Sumatra, pelabuhan, bandara yang terkait langsung dengan kegiatan perekonomian.
Sementara Malaysia memutuskan untuk menunda pembangunan kereta cepat dari Kuala Lumpur ke Singapura karena kenaikan biaya akibat melonjaknya harga minyak.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
