Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 07/05/2008 09:33 WIB
Indo Tambangraya Segera Optimalkan Tambang Trubaindo
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) segera mengoptimalkan tambang Trubaindo menyusul belum keluarnya izin operasi dari Departemen Kehutanan.

"Jika izin dari Dephut belum keluar juga, maka kami akan optimalkan produksi dari tambang Trubaindo agar tetap bisa produksi," ujar Investor Relations ITMG, Yulius Gozali, saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/5/2008).

Langkah ini dilakukan karena cadangan utama ITMG di tambang Indominco West diperkirakan akan habis pada akhir 2009.

Saat ini, perseroan memiliki 7 lokasi tambang dengan total cadangan sekitar 237,35 juta ton. Namun yang sudah mendapat izin operasi hanya di tiga tambang yaitu, Jorong, Trubaindo dan Indominco West. Masing-masing memiliki cadangan sebesar 12,64 juta ton, 57,91 juta ton dan 21,89 juta ton, atau totalnya sekitar 92,44 juta ton.

Sementara di 4 tambang lainnya yaitu Kitadin Embalut, Kitadin Tandung Mayang, Bharinto, Indominco East dan Indominco Underground hingga saat ini belum dapat beroperasi karena izin dari Departemen Kehutanan tak kunjung diperoleh. Padahal total reserve di 4 tambang tersebut sebesar 134,91 juta ton.

Sehubungan dengan hal itu, lokasi tambang utama perseroan selama ini adalah Indominco West. Pada tahun 2008 ini, perseroan menargetkan akan memproduksi sekitar 11,5 juta ton dari Indominco West, sedangkan reserve yang ada tinggal 21,89 juta ton. Artinya produksi maksimal yang bisa dihasilkan Indominco West di 2009 hanya sebesar 10,39 juta ton, setelah itu akan habis.

Tambang Jorong yang memiliki cadangan sebesar 12,64 juta ton juga diperkirakan akan habis dalam 4 tahun mendatang, karena kapasitas maksimal produksi di Jorong saat ini hanya sekitar 3 juta ton per tahun.

Oleh karena itu perseroan bermaksud melakukan ekspansi dengan mengoperasikan tambang Indominco East dan Bharinto. Dana yang dianggarkan perseroan untuk mengembangkan tambang-tambang tersebut masing-masing sebesar US$ 20 juta dan US$ 45 juta.

"Indominco East diharapkan dapat beroperasi di akhir 2008. Bharinto saat ini masih dalam konstruksi pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya, kita harapkan akhir 2009 bisa beroperasi," ulas Gozali.

Namun, ia mengungkapkan hingga saat ini rencana tersebut masih terhambat belum dikeluarkannya izin operasi oleh Dephut.

Oleh karena itu sebagai rencana cadangan perseroan akan melakukan optimalisasi di tambang Trubaindo yang saat ini masih memiliki jumlah cadangan sebesar 57,91 juta ton dengan kapasitas maksimal produksi sebesar 6 juta ton per tahun.

"Tahun 2007 lalu, Trubaindo memproduksi 3,6 juta ton. Tahun ini kami targetkan 5 juta ton. Jika izin operasi Indominco East dan Bharinto belum keluar hingga 2009, maka kami akan tingkatkan kapasitas produksi di Trubaindo. Mengenai hal ini masih dalam pembicaraan internal perseroan," ujar Gozali. (dro/ir)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).