Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 13:22 WIB
Serba Hati-hati Untuk Kredit -
Kamis, 20/11/2008 12:29 WIB
BNI Gandeng 3 Perusahaan -
Kamis, 20/11/2008 12:20 WIB
BII Tangani Pengiriman Uang TKI Malaysia -
Kamis, 20/11/2008 10:43 WIB
BII Tambah Provisi Kredit Kendaraan Bermotor -
Rabu, 19/11/2008 18:18 WIB
BNI Pertahankan Porsi KPR dan Kredit Kendaraan -
Rabu, 19/11/2008 16:55 WIB
BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 13:45 WIB
BI Rate Naik, Mandiri Belum Mau Naikkan Bunga Kredit
Wahyu Daniel - detikFinance

Agus Martowardojo (Foto Anung)
Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo di sela-sela The Asia Pacific Conference and Exhibition (Apconex) di Jakarta Convention Center, Rabu (7/5/2008).
"Kita belum melakukan penyesuaian lending rate, belum ada revisi, jadi (kenaikan BI Rate) 25 bps belum ada dampak sama sekali," ujarnya.
Agus menyambut baik kenaikan BI Rate, karena inflasi inflasi memang cukup tinggi. Dengan demikian untuk mengatasi hal ini memang BI harus melakukan penyesuaian melalui suku bunga. "Dan itu diterima baik oleh pasar," ujarnya.
Di Bank Mandiri yakin kenaikan BI Rate tidak akan mengganggu pertumbuhan kredit yang tahun ini ditargetkan sebesar 22 persen.
"Sejauh ini Bank Mandiri tidak mengubah ekspansi bisnis kita, jadi target pertumbuhan kredit 22 persen di tahun 2008 tetap akan tercapai, jadi kami masih optimis," ujarnya
BBM Naik
Sementara itu mengenai harga BBM yang naik, Agus juga menilai kenaikan BBM itu suatu kebijakan yang positif.
"Di saat orang-orang bertanya mengenai kapasitas kemampuan APBN dan pemerintah menjawabnya melalui rencana kenaikan BBM tersebut itu saya anggap reaksi yang baik, meskipun begitu tidak mengganggu ekspansi bisnis kami," ujarnya.
Kondisi saat ini berbeda dengan kondisi kenaikan BBM pada tahun 2005, di 2008 ini harga komoditi sekarang sedang booming.
"Jadi kalau seandainya pertumbuhan kredit di Jawa tidak tinggi, di luar Jawa bisa tinggi dengan tingginya harga komodtias ini," ujarnya(ddn/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
