Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 16:53 WIB
Industri Furnitur Gagal Ekspor US$ 150 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:59 WIB
Qatar dan Eropa Berminat Danai Investasi PLN dalam 10 Tahun -
Selasa, 02/12/2008 15:57 WIB
Industri Furniture Diusulkan Dapat Penghapusan PPN -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
Jepang Beri BPS Hibah US$ 1 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
PLN Minta Tarif Regional Diterapkan di Seluruh Indonesia -
Selasa, 02/12/2008 14:36 WIB
ICP Anjlok ke US$ 46,3/Barel
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 16:02 WIB
Pasokan BBM ke Lamongan Jawa Timur Masih Seret
Eko Sudjarwo - detikFinance

Antrean BBM (gds)
Hingga Rabu 7 Mei 2008 siang ini, masih ada SPBU yang kehabisan premium. Akibatnya beberapa SPBU terpaksa membatasi penjualan.
Selain BBM jenis premium yang mulai dibatasi penjualannya, BBM jenis solar
juga sudah mulai sulit untuk didapat.
Tiga SPBU di sepanjang jalur poros Surabaya Lamongan yang kehabisa stok premium mulai selasa malam diisi oleh pertamina. Namun hingga kini masih ada SPBU yang kehabisan stok premium karena diserbu pemilik kendaraan bermotor.
Salah seorang petugas SPBU Sukoanyar, Kecamatan Turi, Mardi mengatakan sejak
Selasa 6 Mei sore premium di SPBU-nya habis.
"Bukan cuma itu, solar juga sejak tadi malam juga sudah habis mas," terangnya.
Menurut Mardi, sejak sepekan terakhir ini SPBU tempatnya bekerja selalu mengalami penurunan pasokan. "Kalau biasanya kita mendapat 24.000 liter namun kemudian dikurangi menjadi 16.000 liter dan tekahir kami hanya dapat 8.000 liter saja," ungkapnya.
Sementara itu, antrean jerigen para pemilik kios bensin terjadi di SPBU Karanglangit Kecamatan Lamongan. Di SPBU ini masih melayani pembeli yang menggunakan jerigen namun pemjualannya dibatasi hanya 20 liter per orang.
Menurut salah seorang petugas SPBU Karanglangit, Wahyono, untuk mendapatkan
20 liter premium, para pemilik kios terlebih dahulu harus mengurus surat
permohonan ke kepala desa setempat.
"Surat ini kemudian kami ajukan ke Pertamina sebagai tanda bukti berlangganan," terangnya.
Pihak SPBU, tandas Wahyono, hanya melayani jerigen pemilik kios yang sudah
mempunyai kartu berlangganan. "Selain itu tidak akan kami layani," tegas
Wahyono.
(bdh/ddn)
Baca juga :
- BBM Naik, Sektor Pertanian Takkan Terpukul Dalam
- Luar Jawa Jadi Prioritas BLT
- Bantuan Langsung Tunai Cuma untuk 'Obat Pening'
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
