Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 20:36 WIB
Laporan dari Frankfurt
Investor, RI Sudah Lebih Atraktif -
Jumat, 29/08/2008 19:15 WIB
PT KA Siapkan Kereta Tambahan, Harga Tiket Tetap -
Jumat, 29/08/2008 18:59 WIB
Jumlah Pemudik Diperkirakan Capai 15,8 Juta Lebih -
Jumat, 29/08/2008 18:51 WIB
PLN Dilarang Ganggu Pasokan Listrik Saat Puasa dan Lebaran -
Jumat, 29/08/2008 18:30 WIB
Pasar Murah Digelar Saat Puasa -
Jumat, 29/08/2008 17:49 WIB
Pengecer Elpiji Nakal Bakal Diskors
Indeks Berita
Rabu, 07/05/2008 18:14 WIB
Carport Kurang Sandaran, Pengiriman Ekspor Jadi Molor
Suhendra - detikFinance

Carport Tanjung Priok (Setwapres)
Jakarta -
Pengoperasian carport yang baru dilakukan beberapa bulan lalu ternyata telah menimbulkan masalah, terutama untuk fasilitas sandar kapal yang dinilai masih kurang. Hal itu berdampak pada terlambatnya pengiriman untuk ekspor maupun impor mobil.
"Carport yang baru diabangun dianggap tidak memadai, itu banyak yang sudah mengeluhkan. Namun artinya juga bahwa arus ekspor meningkat, arus kedalam meningkat," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada acara peluncuran QSEAL di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (7/5/2008).
Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata pun menyatakan hal yang sama. Selaku pemakai fasilitas carport, Gunadi mengaku cukup terganggu akibat carport yang kurang memadai khususnya jumlah sandaran kapal yang dinilai masih kurang. Sehingga berdampak pada molornya waktu pengiriman ekspor mobil Suzuki.
"Sandaran kapal yang kurang menyebabkan waktu delivery bertambah 1 hingga 2 hari, dari siklus normalnya yang berlangsung 3 hari," jelas Gunadi.
Idealnya, menurut Gunadi, ada dua atau tiga sandaran kapal yang bisa tersedia dari satu unit yang ada sekarang ini. Walaupun ia mengakui kondisi fasilitas ekspor-impor mobil dengan adanya car port masih lebih baik dibandingkan sebelum adanya car port.
"Kita ekspor 2000 unit per bulan, untuk Suzuki APV dan Nissan," imbuhnya.
Ditempat yang sama Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi, menjelaskan bahwa pihak Pelindo selaku pengelola sedang mencoba menjajaki perluasan sandaran kapal di car port.
"Memang ada lahan dok Baja Bahari, yang sedang direncanakan untuk ditambahkan sandaran. Kalau areal penempatan yang mencapai kapasitas 350.000 unit per tahun tidak ada masalah, kecuali pada masa-masa peak-nya," ujar Budi.
(hen/qom)
Carport Kurang Sandaran, Pengiriman Ekspor Jadi Molor
Suhendra - detikFinance

Carport Tanjung Priok (Setwapres)
"Carport yang baru diabangun dianggap tidak memadai, itu banyak yang sudah mengeluhkan. Namun artinya juga bahwa arus ekspor meningkat, arus kedalam meningkat," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada acara peluncuran QSEAL di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (7/5/2008).
Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata pun menyatakan hal yang sama. Selaku pemakai fasilitas carport, Gunadi mengaku cukup terganggu akibat carport yang kurang memadai khususnya jumlah sandaran kapal yang dinilai masih kurang. Sehingga berdampak pada molornya waktu pengiriman ekspor mobil Suzuki.
"Sandaran kapal yang kurang menyebabkan waktu delivery bertambah 1 hingga 2 hari, dari siklus normalnya yang berlangsung 3 hari," jelas Gunadi.
Idealnya, menurut Gunadi, ada dua atau tiga sandaran kapal yang bisa tersedia dari satu unit yang ada sekarang ini. Walaupun ia mengakui kondisi fasilitas ekspor-impor mobil dengan adanya car port masih lebih baik dibandingkan sebelum adanya car port.
"Kita ekspor 2000 unit per bulan, untuk Suzuki APV dan Nissan," imbuhnya.
Ditempat yang sama Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi, menjelaskan bahwa pihak Pelindo selaku pengelola sedang mencoba menjajaki perluasan sandaran kapal di car port.
"Memang ada lahan dok Baja Bahari, yang sedang direncanakan untuk ditambahkan sandaran. Kalau areal penempatan yang mencapai kapasitas 350.000 unit per tahun tidak ada masalah, kecuali pada masa-masa peak-nya," ujar Budi.
(hen/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
