Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 16:53 WIB
Industri Furnitur Gagal Ekspor US$ 150 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:59 WIB
Qatar dan Eropa Berminat Danai Investasi PLN dalam 10 Tahun -
Selasa, 02/12/2008 15:57 WIB
Industri Furniture Diusulkan Dapat Penghapusan PPN -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
Jepang Beri BPS Hibah US$ 1 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
PLN Minta Tarif Regional Diterapkan di Seluruh Indonesia -
Selasa, 02/12/2008 14:36 WIB
ICP Anjlok ke US$ 46,3/Barel
Indeks Berita
Kamis, 08/05/2008 15:30 WIB
BBM Naik, Inflasi Lebih dari 11%
Indro Bagus SU - detikFinance

Demo BBM di Bandung (bbn)
"BBM naik 30%, maka inflasi di akhir tahun akan melebihi 11%," ujar Direktur LPEM-UI Chatib Basri di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
Basri menjelaskan bahwa kenaikan BBM sebesar 30% akan menambah posisi inflasi sebesar 2,5% dari posisi inflasi April 2008 yang year on year sudah mencapai 8,96%, atau menjadi sekitar 11,44%.
"Kalau dampaknya pada pertumbuhan ekonomi, itu sangat tergantung pada tingkat inflasi. Jika terjadi penambahan inflasi 2,5% maka akan menurunkan posisi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,1-0,2%," papar Basri.
Namun Basri menyatakan bahwa kenaikan BBM sebesar 30% masih bisa dihadapi oleh masyarakat.
"Saya kira kenaikan BBM 30% masih affordable kok, masih bisa dihadapi oleh masyarakat," ujarnya.
Meskipun BBM naik, angka pengangguran terbuka bisa saja mengalami penurunan tetapi tidak seperti yang ditargetkan pemerintah.
"Saya kira penurunan angka pengangguran terbuka tetap terjadi, hanya saja tidak secepat yang ditargetkan semula," ujar Basri.
Menurutnya, kenaikan BBM sebesar 30% pernah terjadi di tahun 2005 dan dampaknya tidak terlalu besar pada perusahaan-perusahaan, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja yang terlalu besar.
"Lain halnya ketika BBM dinaikkan 114%. Dampaknya sangat besar pada peningkatan angka pengangguran terbuka. Saya kira jika BBM naik 30%, target pemerintah menurunkan angka pengangguran terbuka dari 9,1% menjadi 8,5% masih bisa tercapai," ujar Basri.(dro/ddn)
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga :
- BPS akan Survei Rumah Tangga Miskin Penerima BLT
- Angka Pengangguran Bertambah 16,92% Jika BBM Naik 30%
- Menperin Yakin Penjualan Otomotif Aman Meski BBM Naik
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
