Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 21/08/2008 13:28 WIB
KPC-Hexindo Negosiasi Kontrak Tambahan US$ 130 Juta -
Kamis, 21/08/2008 13:13 WIB
Adhi Karya Jajaki Jual 30,1% Saham Monorail US$ 1,94 Juta -
Kamis, 21/08/2008 12:36 WIB
Akuisisi BII Terkatung-katung
BI Tunggu Ketegasan Maybank -
Kamis, 21/08/2008 12:09 WIB
Bapepam Minta Kepastian Qtel Soal Tender Offer Indosat -
Kamis, 21/08/2008 12:08 WIB
Sesi I
Bursa Asia Rontok, IHSG Tegar -
Kamis, 21/08/2008 10:58 WIB
Ratu Prabu akan Akuisisi Perusahaan Minyak Bangadua
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 08:34 WIB
Menjinakkan Saham di Akhir Pekan
Irna Gustia - detikFinance

Jakarta -
Pasar saham masih bergerak liar karena fluktuasi ekonomi global seiring naiknya harga minyak dunia. Namun di akhir pekan ini ada peluang menjinakkan harga saham agar sedikit kalem.
Ini karena pelaku pasar memilih konsolidasi karena pasar masih menunggu rencana aksi pemerintah menaikkan BBM.
Pada perdagangan saham Jumat (9/5/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak positif meski kenaikannya terbatas.
Pergerakan saham yang terbatas ini karena pasar khawatir akan ancaman inflasi yang tinggi baik secara global maupun lokal akibat kenaikan harga minyak dan BBM.
Sementara saham di Wall Street naik tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (8/5/2008). Indeks Dow Jones naik 52,43 poin (0,41%) menjadi 12.866,78. The Standard & Poor's 500 naik 5,11 poin (0,37%) menjadi 1.397,68. The Nasdaq naik 12,75 poin (0,52%) menjadi 2.451,24.
Sementara pada perdagangan Senin kemarin (8/5/2008), IHSG ditutup melemah 5,766 poin (0,24%) ke level 2.376,933.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks melemah tipis 5 poin ke posisi 2.376 di tengah sentimen negatif bursa regional dan harga minyak yang mendekati level US$ 125/barel. Saham BUMI menjadi katalis kenaikan sektor pertambangan sehingga menguat 2%. Rencana kenaikan BBM berkisar 30% bakal menyebabkan inflasi di atas dua digit sehingga memaksa BI menaikkan BI Rate lagi di atas 10%. Indeks masih melemah dikisaran 2.350 - 2.390 dengan saham pilihan: DEWA, PTBA, APEX, BUMI, dan LSIP.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin hanya terkoreksi tipis 5,7 poin (0,24%) dan ditutup di level 2376,9 ditengah sentimen negatif tingginya harga minyak dan isu kenaikan harga BBM subsidi oleh pemerintah.
Penurunan indeks tertahan oleh penguatan di sektor batubara seperti BUMI dan PTBA, serta beberapa saham lain seperti DEWA, MIRA dan APEX. Bursa Amerika semalam ditutup menguat tipis 0,4% ditopang oleh kenaikan saham-saham energi dan komoditas yang diuntungkan dari tingginya harga minyak yang kemarin kembali mencetak rekor baru di level US$123,7/barrel.
Sementara bursa Asia pada pembukaan hari ini dibuka melemah kecuali indeks Shanghai yang rebound setelah kemarin terkoreksi. Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak sideways karena minimnya sentimen dari dalam negeri. Beberapa saham seperti MIRA, APEX, BUMI dan
ASII diperkirakan akan menguat pada perdagangan hari ini.(ir/ir)
Menjinakkan Saham di Akhir Pekan
Irna Gustia - detikFinance

Ini karena pelaku pasar memilih konsolidasi karena pasar masih menunggu rencana aksi pemerintah menaikkan BBM.
Pada perdagangan saham Jumat (9/5/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak positif meski kenaikannya terbatas.
Pergerakan saham yang terbatas ini karena pasar khawatir akan ancaman inflasi yang tinggi baik secara global maupun lokal akibat kenaikan harga minyak dan BBM.
Sementara saham di Wall Street naik tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (8/5/2008). Indeks Dow Jones naik 52,43 poin (0,41%) menjadi 12.866,78. The Standard & Poor's 500 naik 5,11 poin (0,37%) menjadi 1.397,68. The Nasdaq naik 12,75 poin (0,52%) menjadi 2.451,24.
Sementara pada perdagangan Senin kemarin (8/5/2008), IHSG ditutup melemah 5,766 poin (0,24%) ke level 2.376,933.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks melemah tipis 5 poin ke posisi 2.376 di tengah sentimen negatif bursa regional dan harga minyak yang mendekati level US$ 125/barel. Saham BUMI menjadi katalis kenaikan sektor pertambangan sehingga menguat 2%. Rencana kenaikan BBM berkisar 30% bakal menyebabkan inflasi di atas dua digit sehingga memaksa BI menaikkan BI Rate lagi di atas 10%. Indeks masih melemah dikisaran 2.350 - 2.390 dengan saham pilihan: DEWA, PTBA, APEX, BUMI, dan LSIP.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin hanya terkoreksi tipis 5,7 poin (0,24%) dan ditutup di level 2376,9 ditengah sentimen negatif tingginya harga minyak dan isu kenaikan harga BBM subsidi oleh pemerintah.
Penurunan indeks tertahan oleh penguatan di sektor batubara seperti BUMI dan PTBA, serta beberapa saham lain seperti DEWA, MIRA dan APEX. Bursa Amerika semalam ditutup menguat tipis 0,4% ditopang oleh kenaikan saham-saham energi dan komoditas yang diuntungkan dari tingginya harga minyak yang kemarin kembali mencetak rekor baru di level US$123,7/barrel.
Sementara bursa Asia pada pembukaan hari ini dibuka melemah kecuali indeks Shanghai yang rebound setelah kemarin terkoreksi. Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak sideways karena minimnya sentimen dari dalam negeri. Beberapa saham seperti MIRA, APEX, BUMI dan
ASII diperkirakan akan menguat pada perdagangan hari ini.(ir/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



