Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 22/08/2008 08:21 WIB
IHSG Bersiap Menuju 2.100 -
Kamis, 21/08/2008 17:25 WIB
Review IHSG: Separuh dari Komoditas -
Kamis, 21/08/2008 17:21 WIB
Rupiah Kembali Berjaya -
Kamis, 21/08/2008 16:35 WIB
Kemana Perginya Saham BNBR di BUMI, ENRG dan ELTY? -
Kamis, 21/08/2008 16:15 WIB
IHSG Melawan Arus Regional -
Kamis, 21/08/2008 14:07 WIB
Bapepam dan BEI Segera Periksa Gadai Saham Bakrie Brothers
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 08:47 WIB
BI Bakal Amankan Rupiah
Irna Gustia - detikFinance

Jakarta -
Penurunan rupiah yang dalam pada Kamis kemarin (8/5/2008), hingga 45 poin diprediksi akan tidak akan berlanjut. Rupiah pagi ini mulai sedikit menguat yang diduga karena ada kepentingan bank sentral.
Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Jumat (9/5/2008), rupiah turun 7 poin ke posisi 9.253 per dolar AS. Posisi rupiah pagi menguat dibanding penutupan kemarin di level 9.260 per dolar AS.
Meski fluktuasi pasar finansial belum stabil karena tingginya harga minyak dunia, namun investor mulai menghentikan aksi jual rupiah karena sudah terlalu jenuh.
Sementara mata uang dolar AS, pada penutupan Kamis waktu AS relatif stabil terhadap euro di posisi 1,5393 dolar AS dari sebelumnya 1,5395 dolar AS setelah Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dan Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) sama-sama memutuskan untuk menahan suku bunga. ECB mempertahankan suku bunga pada 4%, sementara BoE mempertahankan suku bunga kuncinya di 5%.
ECB telah mempertahankan suku bunganya di 4% sejak Juni 2008. ECB sama sekali tak tergoda oleh langkah Bank Sentral Amerika (The Fed) yang terus menerus menurunkan suku bunganya hingga di level 2%. Sementara Inggris secara bertahap telah menurunkan suku bunganya.(ir/ir)
BI Bakal Amankan Rupiah
Irna Gustia - detikFinance

Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Jumat (9/5/2008), rupiah turun 7 poin ke posisi 9.253 per dolar AS. Posisi rupiah pagi menguat dibanding penutupan kemarin di level 9.260 per dolar AS.
Meski fluktuasi pasar finansial belum stabil karena tingginya harga minyak dunia, namun investor mulai menghentikan aksi jual rupiah karena sudah terlalu jenuh.
Sementara mata uang dolar AS, pada penutupan Kamis waktu AS relatif stabil terhadap euro di posisi 1,5393 dolar AS dari sebelumnya 1,5395 dolar AS setelah Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dan Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) sama-sama memutuskan untuk menahan suku bunga. ECB mempertahankan suku bunga pada 4%, sementara BoE mempertahankan suku bunga kuncinya di 5%.
ECB telah mempertahankan suku bunganya di 4% sejak Juni 2008. ECB sama sekali tak tergoda oleh langkah Bank Sentral Amerika (The Fed) yang terus menerus menurunkan suku bunganya hingga di level 2%. Sementara Inggris secara bertahap telah menurunkan suku bunganya.(ir/ir)



