Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 21/08/2008 15:40 WIB
Harga Minyak Goreng Siap Turun -
Kamis, 21/08/2008 15:27 WIB
Sembako Maksimal Hanya Boleh Naik 10% -
Kamis, 21/08/2008 15:20 WIB
Penurunan Harga CPO Pukul Industri -
Kamis, 21/08/2008 15:12 WIB
Pertamina Bidik Rp 5 Triliun dari Pelumas -
Kamis, 21/08/2008 15:06 WIB
Pertamina Bangun Kilang Oli Canggih Se-Asia Pasifik -
Kamis, 21/08/2008 14:02 WIB
PE CPO September Jadi 10%
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 12:49 WIB
Harga BBM Naik, Kenaikan BM Gula Rafinasi Tak Relevan
Suhendra - detikFinance

Gudang Gula Rafinasi (Rois)
Jakarta -
Rencana kenaikan bea masuk (BM) impor gula rafinasi dan raw sugar tidak relevan dan tidak punya alasan yang kuat ditengah kepastian kenaikan BBM.
Hal ini disampaikan oleh Ketua gabungan industri makanan dan minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan usai acara kuliah umum dengan Bill Gates di JCC, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
"Kelayakan dari usulan kenaikan itu perlu dipertanyakan selain itu juga kalau BBM naik dan naik BM naik maka harga makanan menjadi tidak karuan," keluh Thomas.
Saat ini kata Thomas, pembahasan kenaikan BM gula masih ada ditingkat tim tarif yang akan dilanjutkan ke level Menteri Keuangan. Untuk itu ia mengharap dua pihak ini bisa memperhitungkan apa alasan yang mendasar dari keinginan kenaikan BM gula.
"Walaupun sudah ada di tim tarif, tetapi harus dibicarakan ditingkat menteri dalam hal ini menteri keuangan tentunya menkeu menerima usulan, kenapa alasannya menaikan. Itu kan hanya kepentingan kartel saja. Agri mereka kan yang mengusulkan," tambah Thomas.
Bahkan ia kembali menggaris bawahi sekarang tidak ada alasan yang kuat dan mendesak untuk menaikan BM gula.
Dukung Kenaikan BBM
Sementara Ketua Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan dukungannya terhadap kepastian kenaikan BBM subsidi. Hal itu bisa membantu para pengusaha terhindar dari beban pajak yang semakin berat apabila pemerintah tidak menaikan BBM.
"Kepentingan buat pengusaha, kalau pemerintah uang enggak cukup maka kita yang akan dipajakin. Kalau jebol pemerintah punya anggaran semua bunga naik, kita di dunia tidak kredibel, LC kita bisa bayar 100%. Lihatnya jangan sepotong-sepotong, harus melihat itu, ini tidak ada yang diuntungkan, kita bilang yang mana paling sedikit rugi saja, kalau begini subsidi jadi habis semua jadi air," pungkasnya.
Bagi Sofjan langkah ini, diibaratkan buah simalakama, jadi memang tidak ada pilihan lain bagi pemerintah selain menaikan BBM.
"Kalu kita memang enggak ada pilihan seperti kalau kita enggak makan bapak mati, kalau you makan ibu mati," ucapnya mencontohkan.
Dengan potensi jebolnya APBN, karena pemerintah tidak menaikan BBM maka justru akan semakin membuat masalah bagi pengusaha.
"Kalau jebol anggaran belanja, itu yang masalah buat kita. Kita takut pemerintah ini jebol, pemerintah tidak kredibel. siapa yang mau kasih pinjam kalau cuma kalau duitnya buat abis-abisan subsidi. Makanya SUN-SUN itu enggak lakukan," ketusnya.
(hen/qom)
Harga BBM Naik, Kenaikan BM Gula Rafinasi Tak Relevan
Suhendra - detikFinance

Gudang Gula Rafinasi (Rois)
Hal ini disampaikan oleh Ketua gabungan industri makanan dan minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan usai acara kuliah umum dengan Bill Gates di JCC, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
"Kelayakan dari usulan kenaikan itu perlu dipertanyakan selain itu juga kalau BBM naik dan naik BM naik maka harga makanan menjadi tidak karuan," keluh Thomas.
Saat ini kata Thomas, pembahasan kenaikan BM gula masih ada ditingkat tim tarif yang akan dilanjutkan ke level Menteri Keuangan. Untuk itu ia mengharap dua pihak ini bisa memperhitungkan apa alasan yang mendasar dari keinginan kenaikan BM gula.
"Walaupun sudah ada di tim tarif, tetapi harus dibicarakan ditingkat menteri dalam hal ini menteri keuangan tentunya menkeu menerima usulan, kenapa alasannya menaikan. Itu kan hanya kepentingan kartel saja. Agri mereka kan yang mengusulkan," tambah Thomas.
Bahkan ia kembali menggaris bawahi sekarang tidak ada alasan yang kuat dan mendesak untuk menaikan BM gula.
Dukung Kenaikan BBM
Sementara Ketua Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan dukungannya terhadap kepastian kenaikan BBM subsidi. Hal itu bisa membantu para pengusaha terhindar dari beban pajak yang semakin berat apabila pemerintah tidak menaikan BBM.
"Kepentingan buat pengusaha, kalau pemerintah uang enggak cukup maka kita yang akan dipajakin. Kalau jebol pemerintah punya anggaran semua bunga naik, kita di dunia tidak kredibel, LC kita bisa bayar 100%. Lihatnya jangan sepotong-sepotong, harus melihat itu, ini tidak ada yang diuntungkan, kita bilang yang mana paling sedikit rugi saja, kalau begini subsidi jadi habis semua jadi air," pungkasnya.
Bagi Sofjan langkah ini, diibaratkan buah simalakama, jadi memang tidak ada pilihan lain bagi pemerintah selain menaikan BBM.
"Kalu kita memang enggak ada pilihan seperti kalau kita enggak makan bapak mati, kalau you makan ibu mati," ucapnya mencontohkan.
Dengan potensi jebolnya APBN, karena pemerintah tidak menaikan BBM maka justru akan semakin membuat masalah bagi pengusaha.
"Kalau jebol anggaran belanja, itu yang masalah buat kita. Kita takut pemerintah ini jebol, pemerintah tidak kredibel. siapa yang mau kasih pinjam kalau cuma kalau duitnya buat abis-abisan subsidi. Makanya SUN-SUN itu enggak lakukan," ketusnya.
(hen/qom)



