Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK -
Kamis, 20/11/2008 16:25 WIB
15 Provinsi Naikkan UMP 2009 Lebih dari 10%
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 18:19 WIB
Smart Card Dipasang di Mobil Pejabat ESDM dan BPH Migas
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Smart Card ala Iran (lh)
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menjelaskan, uji coba ini dilakukan untuk merasakan langsung bagaimana kehandalan dan kendala penerapan smart card.
"Sekarang sedang dipasang-pasang, dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan. Tapi baru kita-kita dulu, mungkin pejabat BPH Migas dan ESDM," katanya di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Nantinya, kendaraan dinas ini hanya akan mendapat jatah BBM dengan nilai rupiah tertentu.
Dengan jatah ini, pejabat bebas menggunakannya untuk membeli produk BBM subsidi maupun non subsidi. Nominal jatah di smart card-nya sekitar Rp 500.000 per bulan.
"Jadi kalau misalkan kita pakai untuk beli premium 10 liter, berarti Rp 4.500 dikali 10 liter sama dengan Rp 45.000. Nanti dikurangi dari jatah itu, tinggal sisanya berapa," jelasnya.
Penggunaan jatah dengan nilai rupiah diakui akan lebih mudah, sehingga masyarakat bisa memilih produk apa yang ingin dibelinya.
SPBU yang akan melayani uji coba ini pun baru 6 SPBU saja. Yaitu SPBU di Jalan Sudirman, Kuningan, Warung Buncit, Tanah Abang, dan Cibubur. Pengguna smart card nantinya hanya diperbolehkan membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kuota di smart card. Jika kuota BBM di kartu itu sudah habis, maka konsumen harus membeli BBM dengan harga pasar, bukan harga subsidi lagi. (lih/ddn)
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Smart Card Hanya untuk Angkot dan Motor Berlaku September
- Permintaan BBM Naik Hingga 18%
- BBM Tak Ganggu Iklim Investasi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
