Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 21/08/2008 14:43 WIB
Revisi PBI Sukuk Bermanfaat Meski Agak Terlambat -
Kamis, 21/08/2008 13:40 WIB
Bank Boleh Jual Beli Sukuk -
Kamis, 21/08/2008 12:26 WIB
Skandal Rp 500 Juta di DPR
BI: Kalau Kita Tahu, Masak Mau Membiarkan? -
Kamis, 21/08/2008 11:20 WIB
DPR Harus Kurangi Pemilihan Pejabat Publik -
Kamis, 21/08/2008 09:46 WIB
KPR Masih Jadi Favorit untuk Beli Properti -
Kamis, 21/08/2008 07:40 WIB
Updated
47 Asuransi Raih Predikat Sangat Bagus
Indeks Berita
Selasa, 13/05/2008 14:28 WIB
BI Keluarkan US$ 7 Miliar untuk Intervensi Pasar
Wahyu Daniel - detikFinance

Rupiah (ds)
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) telah mengintervensi pasar uang untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. BI mengintervensi pasar senilai US$ 7 miliar (Rp 63 triliun) di 2008 ini.
"Ini bagian dari pasar operasi terbuka, tidak ada kerugian, dan tidak ada uang yang hilang, jadi membuat nilai tukar rupiah stabil itu menjadi penting seperti saat ini," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono.
Hal tersebut disampaikan Hartadi dalam fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Apabila BI tidak mengintervensi pasar, maka ada kecenderungan mendorong kenaikan harga, yang otomatis menaikkan inflasi. Di samping itu, cadangan devisa masih kuat yakni sekitar US$ 58-59 miliar.
"Oleh karena itu BI melakukan recycle likuiditas kalau pasar butuh supply dolar kita intervensi supaya supply-nya berjalan dan nilainya stabil," ujarnya.
"Apalagi saat ini dengan kenaikan harga minyak permintaan valas dari Pertamina dan PLN sangat tinggi, sehingga kita masuk pasar untuk menjaga supply," tambahnya.
Mengenai rencana kenaikan BBM, menurutnya akan mendorong inflasi naik 2-3 persen.
"Ya memang ini akan bergerak terus dengan situasi yang terjadi kita juga akan memberikan proposal kepada pemerintah mengenai perubahan asumsi inflasi di tahun ini," ujarnya.
(ddn/ir)
BI Keluarkan US$ 7 Miliar untuk Intervensi Pasar
Wahyu Daniel - detikFinance

Rupiah (ds)
"Ini bagian dari pasar operasi terbuka, tidak ada kerugian, dan tidak ada uang yang hilang, jadi membuat nilai tukar rupiah stabil itu menjadi penting seperti saat ini," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono.
Hal tersebut disampaikan Hartadi dalam fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Apabila BI tidak mengintervensi pasar, maka ada kecenderungan mendorong kenaikan harga, yang otomatis menaikkan inflasi. Di samping itu, cadangan devisa masih kuat yakni sekitar US$ 58-59 miliar.
"Oleh karena itu BI melakukan recycle likuiditas kalau pasar butuh supply dolar kita intervensi supaya supply-nya berjalan dan nilainya stabil," ujarnya.
"Apalagi saat ini dengan kenaikan harga minyak permintaan valas dari Pertamina dan PLN sangat tinggi, sehingga kita masuk pasar untuk menjaga supply," tambahnya.
Mengenai rencana kenaikan BBM, menurutnya akan mendorong inflasi naik 2-3 persen.
"Ya memang ini akan bergerak terus dengan situasi yang terjadi kita juga akan memberikan proposal kepada pemerintah mengenai perubahan asumsi inflasi di tahun ini," ujarnya.
(ddn/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



