Berita Lain

Indeks Berita





Rabu, 14/05/2008 07:41 WIB
Spekulan Kerek Harga Minyak Mendekati US$ 126
Irna Gustia - detikFinance



Kilang Minyak (ist)
New York - Aksi spekulasi kembali menggiring harga minyak mentah dunia terus menuju rekor-rekor baru. Padahal kini ada proyeksi baru bahwa permintaan minyak dunia akan berkurang.

Namun pelaku pasar terus saja mencoba menerobos level US$ 126 per barel meskipun pada penutupan perdagangan bisa kembali lagi ke level US$ 125 per barel.

Perdagangan minyak mentah di pasar berjangka New York Selasa waktu AS (13/5/2008) selama intraday sempat menyentuh US$ 126,98 per barel. Sebelumnya pada intraday Senin (12/5/2008) harga minyak di New York juga sempat menyentuh US$ 126,40 per barel.

Namun saat penutupan perdagangan Selasa waktu AS (13/5/2008) harga minyak jenis light sweet pengiriman Juni akhirnya ditutup di level US$ 125,80 per barel atau naik US$ 1,57.

Sedangkan harga minyak di London jenis Brent untuk pengiriman Juni naik US$ 1,19 menjadi US$ 124,10 per barel.

Sebelumnya badan energi internasional atau International Energy Agency (IEA) pada Selasa (13/5/2008) memangkas proyeksi permintaan minyak global.

"Apa yang kami perkirakan di pasar sejak Agustus tahun lalu akhirnya terjadi, harga minyak terus mencatat rekor baru karena aksi rally jangka pendek," kata Eric Wittenauer, analis dari AG Edwards seperti dilansir dari AFP, Rabu (14/5/2008).

"Ini bukan sesuatu yang mengejutkan melihat pergerakan harga minyak, meskipun kini mulai menunjukkan tren menurun," tambahnya.                 

Dalam laporan bulanannya, IEA yang bermarkas di Paris memperkirakan permintaan minyak tahun 2008 berada di kisaran 86,8 juta barel per hari. Angka ini lebih rendah 390 ribu barel per hari dari perkiraan sebelumnya yang dibuat April lalu.

IEA bahkan memprediksi kebutuhan minyak dunia saat ini nyaris sama dengan 2007 yang sebesar 85,8 juta barel per hari.

Pelaku pasar akhirnya memakai alasan kenaikan harga minyak terkait pelemahan dolar AS terhadap euro. Ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan seringnya terjadi serangan oleh militan Nigeria terhadap fasilitas minyak sebenarnya sudah dimasukkan dalam risiko harga minyak.   

(ir/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518