Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 16/03/2010 10:25 WIB
BPS: Kenaikan TDL 15% Tak Banyak Pengaruhi Inflasi -
Selasa, 16/03/2010 10:02 WIB
Taman Nasional Ujung Kulon Butuh Rp 10 Miliar Per Tahun -
Selasa, 16/03/2010 09:40 WIB
Harga BBM Shell Juga Naik -
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 17:19 WIB
Kenaikan Setoran Dividen Tak Akan Ganggu Ekspansi BUMN -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia
Indeks Berita
Rabu, 14/05/2008 07:41 WIB
Spekulan Kerek Harga Minyak Mendekati US$ 126
Irna Gustia - detikFinance

Kilang Minyak (ist)
Namun pelaku pasar terus saja mencoba menerobos level US$ 126 per barel meskipun pada penutupan perdagangan bisa kembali lagi ke level US$ 125 per barel.
Perdagangan minyak mentah di pasar berjangka New York Selasa waktu AS (13/5/2008) selama intraday sempat menyentuh US$ 126,98 per barel. Sebelumnya pada intraday Senin (12/5/2008) harga minyak di New York juga sempat menyentuh US$ 126,40 per barel.
Namun saat penutupan perdagangan Selasa waktu AS (13/5/2008) harga minyak jenis light sweet pengiriman Juni akhirnya ditutup di level US$ 125,80 per barel atau naik US$ 1,57.
Sedangkan harga minyak di London jenis Brent untuk pengiriman Juni naik US$ 1,19 menjadi US$ 124,10 per barel.
Sebelumnya badan energi internasional atau International Energy Agency (IEA) pada Selasa (13/5/2008) memangkas proyeksi permintaan minyak global.
"Apa yang kami perkirakan di pasar sejak Agustus tahun lalu akhirnya terjadi, harga minyak terus mencatat rekor baru karena aksi rally jangka pendek," kata Eric Wittenauer, analis dari AG Edwards seperti dilansir dari AFP, Rabu (14/5/2008).
"Ini bukan sesuatu yang mengejutkan melihat pergerakan harga minyak, meskipun kini mulai menunjukkan tren menurun," tambahnya.
Dalam laporan bulanannya, IEA yang bermarkas di Paris memperkirakan permintaan minyak tahun 2008 berada di kisaran 86,8 juta barel per hari. Angka ini lebih rendah 390 ribu barel per hari dari perkiraan sebelumnya yang dibuat April lalu.
IEA bahkan memprediksi kebutuhan minyak dunia saat ini nyaris sama dengan 2007 yang sebesar 85,8 juta barel per hari.
Pelaku pasar akhirnya memakai alasan kenaikan harga minyak terkait pelemahan dolar AS terhadap euro. Ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan seringnya terjadi serangan oleh militan Nigeria terhadap fasilitas minyak sebenarnya sudah dimasukkan dalam risiko harga minyak.
(ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




