Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 21/08/2008 15:27 WIB
Sembako Maksimal Hanya Boleh Naik 10% -
Kamis, 21/08/2008 15:20 WIB
Penurunan Harga CPO Pukul Industri -
Kamis, 21/08/2008 15:12 WIB
Pertamina Bidik Rp 5 Triliun dari Pelumas -
Kamis, 21/08/2008 15:06 WIB
Pertamina Bangun Kilang Oli Canggih Se-Asia Pasifik -
Kamis, 21/08/2008 14:02 WIB
PE CPO September Jadi 10% -
Kamis, 21/08/2008 13:54 WIB
Impor Terigu dan Gandum Harus Keluar Jalur Merah
Indeks Berita
Jumat, 16/05/2008 20:13 WIB
Pramono: Indonesia Gagap dengan Persoalan Seremonial
Melly Febrida - detikFinance
Jakarta - Indonesia tengah menghadapi krisis pangan dan energi. Hal ini bisa dihindari jika pemerintah membentuk blue print jangka panjang.
"Bangsa ini tergagap-gagap pada persoalan seremonial 10 tahun reformasi atau 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tapi tidak pernah menciptakan blue print jangka panjang seperti persoalan ketahanan pangan," kata Sekjen PDIP Pramono Anung di Mega Center, Jl Prokamasi, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Menurut Pram, Indonesia itu harusnya mendapat keuntungan karena merupakan negara agraris, dan bukannya menghadapi krisis pangan.
"Tanpa menyalahkan siapa pun seharusnya bangsa ini membuat perencanaan jangka panjang bagaimana mengatasi persoalan ke depan," ujar dia.(mly/nvt)
Pramono: Indonesia Gagap dengan Persoalan Seremonial
Melly Febrida - detikFinance
Jakarta - Indonesia tengah menghadapi krisis pangan dan energi. Hal ini bisa dihindari jika pemerintah membentuk blue print jangka panjang.
"Bangsa ini tergagap-gagap pada persoalan seremonial 10 tahun reformasi atau 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tapi tidak pernah menciptakan blue print jangka panjang seperti persoalan ketahanan pangan," kata Sekjen PDIP Pramono Anung di Mega Center, Jl Prokamasi, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Menurut Pram, Indonesia itu harusnya mendapat keuntungan karena merupakan negara agraris, dan bukannya menghadapi krisis pangan.
"Tanpa menyalahkan siapa pun seharusnya bangsa ini membuat perencanaan jangka panjang bagaimana mengatasi persoalan ke depan," ujar dia.(mly/nvt)
Komentar terkini (7 Komentar)



