Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Sabtu, 17/05/2008 13:24 WIB
Harga Minyak Rekor Baru, Dekati Level US$ 128
Nurul Qomariyah - detikFinance

Nymex (Ist)
Pada perdagangan Jumat (16/5/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juni sempat melonjak hingga US$ 127,98 per barel. Kontrak ini akhirnya ditutup naik 2,17 dolar ke level US$ 126,29 per barel.
Di London, minyak jenis Brent pengiriman Juni juga sempat melonjak ke level tertingginya di US$ 126,34 per barel, sebelum akhirnya ditutup naik 2,36 dolar menjadi US$ 124,99 per barel.
Lonjakan harga minyak mentah ini terjadi setelah Goldman Sach memberikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan terus tumbuh sehingga permintaan minyak pun akan terus meningkat. Goldman memprediksi harga minyak akan tembus US$ 141 per barel, atau meningkat dari proyeksi semula US$ 107.
Proyeksi Goldman sebelumnya tak meleset. Pada tahun 2005, Goldman memprediksi bahwa harga minyak mentah dunia akan tembus US$ 100 per barel. Sementara awal bulan ini, analis Goldman memperkirakan harga minyak mentah bisa menembus US$ 150-200 per barel dalam 2 tahun ke depan.
Harga minyak juga terdorong oleh spekulasi tetang kenaikan impor minyak China, yang kini merupakan konsumen energi terbesar kedua di dunia setelah AS.
"Ada indikasi PetroChina akan meningkatkan impornya karena gempa dahsyat di Sichuan. Suplai di wilayah tersebut sangat ketat, pipa-piha beroperasi dengan kapasitas yang berkurang dan generator cadangan diperlukan untuk menopang ketiadaan pasokan listrik," kata Eric Wittenauer dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/5/2008).
Pasar tidak mengindahkan pengumuman dari AS yang akan menunda pengapalan dari cadangan minyak strategisnya pada semester II tahun ini setelah Kongres meluluskan UU-nya, dalam rangka meredam harga minyak. Keputusan itu akan berdampak pada 13 juta barel minyak mentah.
(qom/qom)
Baca juga :
- Spekulan Kerek Harga Minyak Mendekati US$ 126
- Harga Minyak Dekati US$ 125!
- OPEC Katakan Tidak, Harga Minyak Naik Lagi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
