Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 17/11/2008 15:54 WIB
IPEI: Pialang Saham Jangan Takut Karena Kasus Erick -
Kamis, 30/10/2008 07:01 WIB
Wawancara CEO Goodyear
Memetik Untung di Tengah Krisis -
Kamis, 16/10/2008 09:02 WIB
Wawancara Warwick Brady
Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas -
Jumat, 26/09/2008 10:03 WIB
Wawancara Erwin Aksa
Geliat Bosowa di Indonesia Timur -
Kamis, 18/09/2008 08:20 WIB
Wawancara CEO Stanchart:
Masih Optimistis untuk Indonesia -
Selasa, 09/09/2008 08:36 WIB
Wawancara GT Soerbakti
Lorena, Piawai di Darat Bersiap ke Udara
Indeks Berita
Rabu, 28/05/2008 09:22 WIB
Wawancara 'Mr Strategy'
Manfaatkan Kejenuhan di China
Wahyu Daniel - detikFinance

Dr. Keinichi Ohmae (dnl)
Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk memanfaatkan situasi ini? Berpeluangkah Indonesia untuk menarik dana-dana asing di luar itu?
Dr. Keinichi Ohmae memberikan penjelasannya dalam wawancara disela-sela forum 'Indonesia Regional Investment Forum 2008' yang berlangsung di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Dia merupakan Pendiri dan Direktur Pelaksana Ohmae & Associates, dimana nasehatnya banyak diminta oleh perusahaan-perusahaan multinasional di Asia, Eropa, Amerika Utara dan oleh Lembaga-Lembaga Pemerintah. Ohmae juga memainkan peranan penting dalam membantu pemerintah negara-negara Asia mengembangkan strategi berorientasi kawasan untuk masa depan.
Keinichi juga menjadi 5 Top Management Guru versi Majalah The Economist, dan dijuluki "Mr. Strategy" di seluruh dunia. Dalam kesempatan pergelaran Indonesia Regional Investment Forum 2008, Ohmae menjadi pembicara untuk memberikan pemikirannya dalam pengembangan investasi di Indonesia.
Demikian petikan wawancaranya dengan beberapa wartawan di acara tersebut:
Menurut anda bagaimana Indonesia bisa menarik investor luar untuk investasi?
Saat ini Indonesia harus bisa meningkatkan dan memberdayakan potensi di daerahnya karena Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa menjadi industri yang besar. Saya pikir otonomi ke daerah itu harus lebih diperluas di Indonesia sehingga daerah mempunyai daya saing akan produk-produk yang dihasilkannya. Jadi menurut saya pemberdayaan daerah bisa menarik investasi dari luar.
Dibandingkan dengan negara lain di Asia, apakah Indonesia masih menarik?
Indonesia bisa menjadi alternatif investasi yang aman bagi para investor, karena saat ini investasi di China sudah jenuh sehingga Indonesia bisa jadi alternatif. Saat ini likuiditas yang berkeliaran di seluruh dunia mencapai US$ 60 triliun yang mencari tempat untuk diinvestasikan, karena itu Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini.
Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menarik investasi?
Saya rasa sektor infrastruktur perlu dibangun lebih galak lagi oleh pemerintah, sehingga Indonesia dinilai lebih efisien bagi investor, karena di China seperti itu dimana infrastrukturnya sudah memadai.
Lalu dengan menghadapi krisis karena harga minyak dan juga naiknya harga pangan apakah Indonesia masih bisa menarik investasi?
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di tengah tingginya harga pangan saat ini. Harga energi memang tinggi karena itu akan ada alternatif energi di luar minyak karena dunia juga tidak bisa menahan lagi kalau harga minyak sampai menyentuh US$ 200 per barel. Jadi untuk kenaikkan harga pangan Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini dengan menjadi major exporter.
Mengenai masalah korupsi, apakah ini menjadi pertimbangan investor juga untuk berinvestasi di Indonesia?
Pengurangan tindak korupsi itu bisa dilakukan dengan tegas dengan pola kepemimpinan yang bagus. Seperti di Malaysia saat kepemimpinan Mahattir dan Singapura saat kepemimpinan Lee Kwan Yeu dimana korupsi bisa diberantas habis, jadi leadership itu penting. Dan saya rasa investor juga sudah belajar menyelesaikan masalah tersebut.
(dnl/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Wawancara Kepala BPS
Menyisir si Miskin via Data Lama - Wawancara Charlie Elias:
35 Tahun BlueScope di Indonesia - Wawancara Sri Mulyani
Rp 100.000/bulan untuk si Miskin
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
