Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 18:03 WIB
Timor Leste Mau Belajar Stabilkan Harga Sembako dari RI -
Jumat, 03/07/2009 16:40 WIB
Biaya Sewa Tinggi, Asmindo Ancam Boikot Trade Expo 2009 -
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi -
Jumat, 03/07/2009 14:49 WIB
Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun -
Jumat, 03/07/2009 13:47 WIB
Inpex Diminta Bangun Kilang Pengolahan LNG di Darat -
Jumat, 03/07/2009 13:33 WIB
Pemerintah Bingung Harga Gula Masih Belum Turun
Indeks Berita
Senin, 16/06/2008 12:38 WIB
Produksi Beras Nasional Catat Rekor Terbesar dalam 10 Tahun
Arin Widiyanti - detikFinance

Foto BKKBN
Jakarta -
Stok beras nasional saat ini mencapai 1,8 juta ton. Stok beras ini merupakan cadangan terbesar Indonesia dalam 10 tahun.
Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2008).
Dengan stok yang besar itu, Paskah optimistis Indonesia bisa menghindari krisis kelangkaan pangan yang kini sedang melanda berbagai belahan dunia.
"Kalau krisis pangan dunia saya rasa dengan produksi beras saat ini dimana pemerintah punya stok 1,8 juta ton yang merupakan cadangan terbesar 10 tahun terakhir ini tidak menjadi masalah buat kita," ujarnya.
Menurut Paskah, dunia saat ini selain dihantui krisis pangan, juga dihantam oleh kenaikan harga minyak dan krisis keuangan yang dipicu oleh krisis kredit di Amerika Serikat.
"Yang paling terkena kita adalah kenaikan harga minyak, krisis keuangan di Amerika Serikat tidak punya dampak besar bagi kita. Kenaikan harga minyak akan membuat ketidakstabilan dalam APBN kita," ujarnya.
Paskah berharap rencana Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyak menjadi 9,7 juta barel per hari bisa menekan kenaikan harga minyak.
Ia menegaskan meski APBN 2009 masih masih rentan terhadap kenaikan harga minyak pemerintah belum punya opsi untuk menaikkan harga BBM di 2009.
"Caranya untuk menghindari kenaikan BBM adalah belanja di luar proirotas dikurangi dan nilai ekspor diperbesar," ujarnya.
(ddn/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Produksi Beras Nasional Catat Rekor Terbesar dalam 10 Tahun
Arin Widiyanti - detikFinance

Foto BKKBN
Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2008).
Dengan stok yang besar itu, Paskah optimistis Indonesia bisa menghindari krisis kelangkaan pangan yang kini sedang melanda berbagai belahan dunia.
"Kalau krisis pangan dunia saya rasa dengan produksi beras saat ini dimana pemerintah punya stok 1,8 juta ton yang merupakan cadangan terbesar 10 tahun terakhir ini tidak menjadi masalah buat kita," ujarnya.
Menurut Paskah, dunia saat ini selain dihantui krisis pangan, juga dihantam oleh kenaikan harga minyak dan krisis keuangan yang dipicu oleh krisis kredit di Amerika Serikat.
"Yang paling terkena kita adalah kenaikan harga minyak, krisis keuangan di Amerika Serikat tidak punya dampak besar bagi kita. Kenaikan harga minyak akan membuat ketidakstabilan dalam APBN kita," ujarnya.
Paskah berharap rencana Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyak menjadi 9,7 juta barel per hari bisa menekan kenaikan harga minyak.
Ia menegaskan meski APBN 2009 masih masih rentan terhadap kenaikan harga minyak pemerintah belum punya opsi untuk menaikkan harga BBM di 2009.
"Caranya untuk menghindari kenaikan BBM adalah belanja di luar proirotas dikurangi dan nilai ekspor diperbesar," ujarnya.
(ddn/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (8 Komentar)
