Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 17:20 WIB
LPS Siap Lepas Kembali Bank Century ke Pemilik Lama -
Minggu, 23/11/2008 16:45 WIB
LPS Tidak Ambil Alih Saham Bank Century Milik Publik -
Minggu, 23/11/2008 16:25 WIB
Kondisi Bank Century Tak Prima, Tapi Nasabah Jangan Panik -
Minggu, 23/11/2008 14:50 WIB
BI Diminta Tinjau Kembali Sistem Devisa Bebas -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Manajemen Bungkam Soal Pencekalan Petinggi Bank Century -
Sabtu, 22/11/2008 13:45 WIB
BI Jangan Tutupi Kondisi Perbankan
Indeks Berita
Selasa, 24/06/2008 10:49 WIB
BI Siapkan Kebijakan Moneter Ketat Bertahap
Wahyu Daniel - detikFinance

Gedung BI (lih)
"BI berencana secara bertahap mengetatkan sedikit moneternya, pak Boediono (Gubernur BI) akan sampaikan bahwa itu kemungkinan ada sedikit implikasi pada APBN dan perekonomian," kata Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani.
Ia menyampaikan hal itu usai serah terima jabatan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
Menurut Sri Mulyani, pemerintah dan BI akan terus menjalin kerjasama dengan tujuan bisa mengelola perekonomian yang sehat dan perekonomian bisa terus tumbuh.
"Kesejahteraan rakyat makin baik dan itu dijaga dengan tingkat harga yang tidak melonjak terlalu tinggi. Jadi inflasi dijaga pada tingkat yang cukup rendah," jelas Sri Mulyani.
Tujuan tersebut, menurut Sri Mulyani, bisa dilakukan bersama dengan pembagian fungsi dan tugas diantara pemerintah dan BI yang berbeda. Pemerintah dan BI akan terus melanjutkan pertemuan bulanan rutin yang sudah dirintis semenjak era Gubernur BI dijabat Burhanuddin Abdullah.
Dengan pertemuan rutin tersebut, diharapkan kedua instansi itu bisa menemukan adanya potensi masalah dan bagaimana cara menyelesaikannya. Misalnya saja adalah masalah tingginya inflasi yang bisa memberikan ancaman bagi perekonomian.
Menurut Sri Mulyani, Boediono telah menyampaikan bahwa kebijakan moneter ketat yang secara bertahap akan ditempuh BI kemungkinan akan memberikan implikasi kepada APBN dan perekonomian.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- KPK Endus Modus Korupsi Pejabat Lewat Perbankan
- Aset Bank Syariah Maksimal Tercapai Rp 50 Triliun di 2008
- Perbankan Syariah Butuh 22 Ribu Pekerja Handal
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
