Forum Finance
- Akankah Harga Minya dibaw... frenks
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 05/12/2008 07:24 WIB
Petinggi 'Big Three' Siap Dibayar 1 Dolar per Tahun Demi Bailout -
Kamis, 04/12/2008 19:15 WIB
Mendag 'Lempar Handuk' Soal Permendag No 44 Tahun 2008 -
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah
Indeks Berita
Rabu, 25/06/2008 11:45 WIB
Biofuel Bertanggung Jawab Atas Kemiskinan 30 Juta Orang
Nurul Qomariyah - detikFinance

Gula diangkut untuk Biofuel di Brasil (Reuters)
Permintaan biofuel kini terus digenjot karena negara-negara maju di dunia sedang berjuang untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak sekaligus memangkas emisi karbon dioksida.
Namun disisi lain, biofuel sekaligus memicu kelangkaan bijih-bijihan yang merupakan bahan bakunya, sehingga menyebabkan harganya kian melambung setinggi langit.
"Permintaan negara-negara kaya akan biofuel yang terus meningkat untuk bahan bakar transportasinya telah menyebabkan meningkatnya produksi sekaligus menimbulkan inflasi bahan makanan. Cadangan bijih-bijihan sekarang berada di titik terendah," ujar Rob Bailey, penulis laporan tentang Biofuel untuk lembaga bantuan Oxfam seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/6/208).
Oxfam menyerukan negara-negara kaya untuk membongkar subsidi biofuelnya sekaligus mengurangi tarif impor. Negara-negara kaya juga didesak untuk merevisi target biofuelnya, termasuk rencana Uni Eropa untuk menggantikan 10% BBM dengan biofuel hingga tahun 2020.
"Negara-negara kaya membelanjakan US$ 15 miliar tahun lalu untuk mendukung biofuel sementara mereka juga memblokade ethanol dari Brazil yang lebih murah, yang berarti sedikit banyak telah merusak keamanan pasokan pangan dunia," tulis laporan Oxfam tersebut.
Oxfam memperkirakan pada tahun 2020, emisi CO2 akibat pengalihan lahan untuk perkebunan CPO kemungkinan akan mencapai 3,1 miliar ton, mayoritas berasal dari target Uni Eropa. Dan perlu 46 tahun untuk membayar 'utang karbon' dari capaian target penggunaan biofuel pada level tahun 2020 tersebut.
"Biofuel mengambil alih lahan pertanian dan memaksa pengalihan lahan yang penting untuk pengurangan karbon seperti hutan dan tanah basah. Ini akan memicu pelepasan karbon dari tanah dan tumbuh-tumbuhan dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membayarnya," jelas Oxfam dalam laporannya.
(qom/ir)
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga :
- Fadel Keluhkan Lambatnya Izin Pusat untuk Investasi Gorontalo
- Payung Hukum DMO Bahan Baku Biofuel Disiapkan
- Biofuel Harus Bisa Gantikan 10% Konsumsi BBM di 2010
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
