Forum Finance
- Akankah Harga Minya dibaw... frenks
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 05/12/2008 10:02 WIB
BBM di Jambi Langka, Truk Tongkrongi SPBU -
Jumat, 05/12/2008 09:47 WIB
Minyak Dunia Merosot, Premium dan Solar Harus Turun Rp 1.000 -
Jumat, 05/12/2008 08:16 WIB
Distribusi Gula Rafinasi akan Diterapkan Pola Tertutup -
Jumat, 05/12/2008 07:24 WIB
Petinggi 'Big Three' Siap Dibayar 1 Dolar per Tahun Demi Bailout -
Kamis, 04/12/2008 19:15 WIB
Mendag 'Lempar Handuk' Soal Permendag No 44 Tahun 2008 -
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi
Indeks Berita
Rabu, 02/07/2008 15:42 WIB
Pemerintah Evaluasi Tender Batubara PLN
Wahyu Daniel - detikFinance
Menkeu Sri Mulyani (Depkeu)
Hal ini bertujuan agar pasokan batubara tetap lancar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2008).
"Sebenarnya banyak pemasok atau produsen batu bara yang kecil-kecil. Selama ini PLN biding untuk 10.000 MW dan existing, kita akan lihat apakah kompetisinya memungkinkan untuk masuknya pemasok baru, tentu dengan melihat track record mereka mengenai kemampuan produksi perusahaan tersebut," tuturnya.
Memang selama ini timbul persepsi yang kurang baik terhadap tender batubara PLN karena hanya ada beberapa pemain saja yang bisa masuk dalam tender tersebut, namun Sri Mulyani tidak mau mengomentari hal ini.
"Saya tidak ada komentar soal apakah ada 3 atau 5 pemasok, yang penting praktek korporasi atau persaingan yang tidak sehat yang menyebabkan playing field yang tidak sehat atau tidak seimbang, pemerintah akan melakukan tindakan yang dianggap perlu," tandasnya.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga akan mengatur kembali mengenai aturan pengadaan batubara dalam negeri guna ketersediaan bahan bakar PLN yang sudah banyak membutuhkan batubara.
"Bagi pemerintah prioritas dari dalam negeri itu penting. Kita akan lihat berbagai mekanisme, apakah itu sebatas mekanisme penerapan tarif atau ada mekanisme lain, walaupun di batubara kita menghadapi kendala mengenai batubara dan peninjauan kembali kontrak-kontrak di masa lalu. Namum saya rasa pemerintah punya kewenangan untuk mengatur hal tersebut," katanya.
Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan menteri terkait seperti Menteri ESDM, Menneg BUMN dan Menteri Perdagangan untuk melihat seluruh potensi ketersediaan pasokan listrik di dalam negeri.
"Karena listrik sekarang dikonversi dengan batubara berdasarkan fuel mix di APBN maupun dalam rangka kebijakan 10.000 MW. Kita akan atur kebijakan agar pemerintah mendapat kepastian pasokan," katanya.
(dnl/ddn)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- 60% Utang PLN ke Pertamina Dibayar Lewat APBN
- Listrik Kantor Pemerintahan akan Diaudit Mulai 1 Juli
- Listrik Jawa-Bali Bertambah 1.000MW Mulai 2009
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
