Forum Finance
- Akankah Harga Minya dibaw... frenks
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 05/12/2008 07:24 WIB
Petinggi 'Big Three' Siap Dibayar 1 Dolar per Tahun Demi Bailout -
Kamis, 04/12/2008 19:15 WIB
Mendag 'Lempar Handuk' Soal Permendag No 44 Tahun 2008 -
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah
Indeks Berita
Rabu, 02/07/2008 18:15 WIB
Neraca Perdagangan Migas RI Negatif Untuk Pertama Kali
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Suhendra/detikFinance
Demikian disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri ketika ditemui di Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (2/1/2008).
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, neraca migas negatif. Memang hanya US$ 1,4 juta tapi ini adalah yang pertama kali," ujarnya.
Ia mengaku mendapatkan angka defisit tersebut dari data yang diumumkan BPS kemarin kemudian diolahnya. Namun berdasarkan data yang dikutip detikFinance dari BPS, angka defisit migas bisa mencapai US$ 10 juta. Ekspor migas RI selama Januari-Mei 2008 mencapai US$ 13,08 miliar, sementara impor mencapai US$ 13,09 miliar.
Faisal menjelaskan, akibat dari defisit ini sektor migas menjadi tidak bisa berkontribusi untuk cadangan devisa secara optimal. Padahal, selama ini sektor migas selalu menjadi andalan untuk menyokong cadangan devisa negara.
"Padahal potensi kita dari gas cukup besar, tapi nampaknya impor kita sudah sangat banyak. Makanya butuh penghematan," ujarnya.
Faisal menambahkan penghematan menjadi sangat mendesak melihat konsumsi yang cenderung naik belakangan ini.
"Quantity restriction itu harus, untuk mengurangi konsumsi BBM yang nggak tentu. Karena ternyata kenaikan harga 30% tidak menimbulkan efek jera," ujarnya.
Karena itu, ia cukup menyayangkan ketidakjelasan pemerintah melakukan program smart card. Baginya, memang sudah seharusnya mobil pribadi tidak lagi disubsidi. Subsidi harusnya diberikan hanya untuk transportasi umum dan masyarakat miskin.
BPS mencatat Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2008 mencapai US$ 57,60 miliar atau meningkat 30,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 44,52 miliar atau meningkat 22,27 persen.
Sementara nilai impor Indonesia pada periode yang sama mencapai US$ 52,88 miliar dengan impor migas sebesar US$ 13,09 miliar (24,75 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 39,79 miliar (75,25 persen).
(lih/qom)
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- 5 Surveyor Verifikasi Ekspor Produk Pertambangan
- Neraca Perdagangan Mei Kembali Surplus US$ 1,23 Miliar
- BPK Temukan Transfer Pricing di Cost Recovery Migas
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
