Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Kamis, 03/07/2008 12:25 WIB
Konsep 'Sharing The Pain' Migas Mulai Berlaku 2009
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Purnomo Yusgiantoro (lih)
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, konsep tersebut baru tidak bisa dilakukan tahun ini karena membutuhkan persiapan landasan hukum.
"Kita sedang evaluasi, dan sudah mulai mengerucut. Tapi kalau pun bisa dilakukan baru tahun 2009. Karena sharing the pain harus dijabarkan, dan harus dipayungi oleh suatu aturan. Dasarnya harus ada," katanya.
Ia menyampaikannya disela-sela rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2008).
Secara hukum, sharing the pain dimulai dari Instruksi Presiden. Untuk itu, pemerintah harus membuat aturan hukum agar pelaksanaannya tidak bertabrakan dengan aturan sebelumnya, termasuk UU APBN.
Pendapatan tambahan dari sharing the pain ini memang akan digunakan untuk menambal bolong di APBN 2009. Jika ternyata tambahan dari sharing the pain ini masih belum cukup, maka pemotongan anggaran akan kembali jadi pilihan.
"Ini sebagai tambahan pendapatan. Pemotongan anggaran akan dilakukan kalau 2009 masih ada defisit yang di luar target," ujarnya.
Sementara untuk APBNP 2008, ia menuturkan, dengan harga minyak dunia yang sekitar US$ 140 per barel dan ICP yang US$ 136 per barel, APBN masih aman.
"Waktu itu disampaikan, masih bisa bertahan sampai harga minyak tertentu ICP US$ 150. Sampai sekarang dengan excersice itu masih aman," katanya.
(lih/ddn)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Neraca Perdagangan Migas RI Negatif Untuk Pertama Kali
- BPK Temukan Transfer Pricing di Cost Recovery Migas
- Produksi Migas Turun Terus, Pemkab Siak Lirik Pertanian
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
