Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 03/07/2008 16:46 WIB
SBY Minta Produksi Minyak Digenjot, Cost Recovery Ditekan
Luhur Hertanto - detikFinance



Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Presiden SBY terus mendorong pengusaha migas meningkatkan produksi dan menemukan cadangan baru energi di penjuru Nusantara. Ini bagian antisipasi menghadapi harga minyak dunia yang terus membumbung.

Demikian jawab Mensesneg Hatta Rajasa mengenai langkah konkret Pemerintah menyusul status SOS yang dikenakan Presiden SBY terhadap perkembangan harga minyak mentah dunia yang mendekati US$ 150 per barrel.

"Yang tidak kalah penting presiden mengundang pengusaha upstream perminyakan seluruh Indonesia. Lakukan ekplorasi, temukan cadangan-cadangan baru, tingkatkan produksi, tekan cost recovery!" ujar Hatta di ruang kerjanya, Gedung Sekretariat Negara, Jl. Majapahit, Jakarta, Kamis (3/7/2008).

Sedangkan untuk program hemat energi, para pengusaha diimbau melakukan efisiensi penggunaan energi. Presiden juga mendorong mereka terjun ke bidang usaha sumber energi alternatif terbarukan yang tidak berbenturan dengan program ketahanan pangan sehingga tidak jadi sumber krisis baru.

Dorongan juga ditujukan pada para ilmuwan untuk menemukan energi alternative baru. Besar harapan hasil riset mereka dapat menekan ketergantungan terhadap penggunaan BBM asal fosil yang semakin besar porsi subsidinya.

"Mereka sudah menyampaikan laporan hasil riset pada presiden. Mereka akan memaparkan sepulang presiden dari Jepang," sambung Hatta.(lh/qom)
Komentar terkini (8 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518