Forum Finance
- Akankah Harga Minya dibaw... frenks
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 05/12/2008 08:16 WIB
Distribusi Gula Rafinasi akan Diterapkan Pola Tertutup -
Jumat, 05/12/2008 07:24 WIB
Petinggi 'Big Three' Siap Dibayar 1 Dolar per Tahun Demi Bailout -
Kamis, 04/12/2008 19:15 WIB
Mendag 'Lempar Handuk' Soal Permendag No 44 Tahun 2008 -
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009
Indeks Berita
Kamis, 03/07/2008 16:46 WIB
SBY Minta Produksi Minyak Digenjot, Cost Recovery Ditekan
Luhur Hertanto - detikFinance

Foto: Budi Sugiharto
Demikian jawab Mensesneg Hatta Rajasa mengenai langkah konkret Pemerintah menyusul status SOS yang dikenakan Presiden SBY terhadap perkembangan harga minyak mentah dunia yang mendekati US$ 150 per barrel.
"Yang tidak kalah penting presiden mengundang pengusaha upstream perminyakan seluruh Indonesia. Lakukan ekplorasi, temukan cadangan-cadangan baru, tingkatkan produksi, tekan cost recovery!" ujar Hatta di ruang kerjanya, Gedung Sekretariat Negara, Jl. Majapahit, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
Sedangkan untuk program hemat energi, para pengusaha diimbau melakukan efisiensi penggunaan energi. Presiden juga mendorong mereka terjun ke bidang usaha sumber energi alternatif terbarukan yang tidak berbenturan dengan program ketahanan pangan sehingga tidak jadi sumber krisis baru.
Dorongan juga ditujukan pada para ilmuwan untuk menemukan energi alternative baru. Besar harapan hasil riset mereka dapat menekan ketergantungan terhadap penggunaan BBM asal fosil yang semakin besar porsi subsidinya.
"Mereka sudah menyampaikan laporan hasil riset pada presiden. Mereka akan memaparkan sepulang presiden dari Jepang," sambung Hatta.(lh/qom)
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga :
- Menkeu: Harga Minyak SOS, Jangan Ribut Masalah Lain
- APBN Masih Tahan Gempuran Jika Harga Minyak US$ 150
- Harga Minyak Tak Henti Ciptakan Rekor Baru
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
