Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:06 WIB
PGN Bantah Terkait Produk Spekulatif -
Kamis, 04/12/2008 18:01 WIB
Uang Muka KPR Kembali Turun -
Kamis, 04/12/2008 17:53 WIB
Banyak PHK, BTN Perkirakan NPL Meningkat di 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:50 WIB
Bunga KPR Baru Turun Maret 2009 -
Kamis, 04/12/2008 16:47 WIB
BI: Blanket Guarantee Tingkatkan Kepercayaan Perbankan -
Kamis, 04/12/2008 16:38 WIB
Bunga Repo Diturunkan Karena Pinjaman antar Bank Masih Sulit
Indeks Berita
Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: Suhendra
"Ketika BI Rate naik 0,25% ke posisi 8,5% perbankan sudah antisipasi menaikkan suku bunganya sekitar 1,5-2%. Saya rasa perbankan tidak akan menaikkan lagi suku bunganya setelah BI Rate naik lagi hari ini. Jadi industri pembiayaan mobil tidak akan terpengaruh," ujar Presiden Direktur Astra Sedaya Finance (ASF), Benny Tjoeng saat dihubungi detikFinance, Kamis (3/7/2008).
Benny mengungkapkan, tingkat suku bunga kredit mobil ASF, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), saat ini berada dikisaran 7-8%.
"Jadi waktu BI Rate naik ke 8,5%, perbankan menaikkan suku bunganya 1,5-2%. Ketika itu kami juga menaikkan suku bunga kredit mobil sebesar 1%. Sejauh ini, dampak kenaikan bunga kredit mobil tidak berpengaruh pada penjualan mobil kami," ujar Benny.
Oleh karena itu, Benny menyatakan optimis industri pembiayaan mobil tidak akan terpengaruh kenaikan BI Rate hari ini.
"Karena itu tadi, perbankan sudah antisipasi dengan menaikkan suku bunganya, begitu juga dengan kami sudah antisipasi dengan menaikkan bunga kredit kami. Jadi kenaikan BI Rate 0,25% sudah dicover kenaikan suku bunga yang lalu," jelas Benny.
Menurut Benny, hal itu dibuktikan dengan pencapaian pembiayaan ASF selama semester I 2008 mencapai target sebesar Rp 6,5 triliun, walaupun pada periode itu BI Rate naik 0,25% ke posisi 8,5%.
"Kami optimistis target pembiayaan mobil kami tahun ini yang sebesar Rp 12,5 triliun akan tercapai," ujar Benny.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya penurunan pembiayaan mobil jika perbankan kembali menaikkan suku bunga kreditnya.
"Sejauh ini sih belum ada pengaruhnya. Namun jika perbankan menaikkan lagi suku bunga kreditnya, tentu akan berpengaruh. Tapi saya rasa bunga kredit perbankan tidak akan naik lagi, karena sudah dicover," ujar Benny.
(dro/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
