Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Selasa, 08/07/2008 16:59 WIB
Vlociti Siapkan US$ 5,2 M Untuk Bangun PLTP di Lapindo
Arfi Bambani Amri - detikFinance

Lumpur Lapindo (Ugik)
Untuk menunjukkan keseriusannya, CEO Vlociti DR Taswin Tarib memberikan presentasinya di depan staf khusus Sekretariat Wapres, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
Berdasarkan pencarian detikFinance, Vlociti Holdings Inc merupakan sebuah lembaga bermisi sosial untuk membantu anak-anak, keluarga dan lingkungan di negara berkembang seperti Vietnam, dan Indonesia melalui sejumlah program seperti pendidikan, teknologi dan kesehatan.
Taswin yang berbaju necis itu mengaku telah bernegosiasi dengan pemilik teknologi geothermal untuk melaksanakan proyek yang rencananya akan menghasilkan 2.000 MW.
"Kami tidak meminta satu garansi dari PLN atau suplemen garansi dari pemerintah untuk proyek ini. Jadi saya sudah ada kesepakatan dengan pemilik teknologi bahwa grup saya nanti yang akan membiayai," kata Taswin yang mengaku bisa berbahasa Inggris, Jerman, Indonesia dan dialek lokal itu.
Taswin yang merupakan kelahiran Sumatera Barat, 57 tahu silam ini mengungkapkan, Vlociti telah menyiapkan dana US$ 5,2 miliar untuk proyek yang diharapkan bisa selesai dalam 36 bulan itu.
Pemilik teknologi pembangkit geothermal ini adalah Sirex PHS yang berlokasi di Preston, AS dan Turbo Jack yang berpusat di Berlin, Jerman. Untuk dalam negeri, proyek ini rencananya akan diwakili oleh PT Jatayu Sarana Investasi.
Bagaimana PLTP dari lumpur Lapindo ini, secara sederhana, seorang mantan kepala unit PLN PJB I Harijono Hirdjosumaryo yang menyertai Taswin memberikan penjelasannya.
"Kita memasukkan air ke panas bumi, air menjadi uap. Uap naik ke atas sehingga menjalankan turbin," jelas Harijono.
Standardnya, kata dia, tanah digali sedalam 10 mill kebawah tanah untuk mengambil panas alami bumi dengan diameter lubang 12 kaki. Kemudian dinding dilapisi dengan lapisan tahan panas. Namun pada kasus lumpur Lapindo, penggalian mungkin tidak sepanas itu.
Taswin yang dalam CV-nya mengaku sebagai Doktor bidang filsafat manajemen ini menjelaskan, pada 15 Agustus, Vlociti dan pemilik teknologi pembangkit akan ke Jakarta membahas kerjasama lebih lanjut dan teknis pembangunannya. Tapi tentunya setelah ada persetuuan pemerintah.
(qom/ir)
Komentar terkini (13 Komentar)
Baca juga :
- Pemerintah Baru Kena 80%
Ganti Rugi Korban Lapindo Dicicil - Ganti Rugi Dibayar Pemerintah
Menkeu: Lapindo Tak Lepas Tangan - Hampir Semua Pabrik di Kawasan Lumpur Lapindo Relokasi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
