Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 11/11/2008 13:52 WIB
Jangan Tergiur Bunga Tinggi! -
Sabtu, 08/11/2008 16:45 WIB
Prospek Properti di Tengah Krisis -
Kamis, 30/10/2008 09:02 WIB
Jangan Taruh Investasi dalam Satu Keranjang -
Selasa, 21/10/2008 12:36 WIB
Benarkah Triliunan Dolar Dana Lenyap dari Pasar Saham? -
Rabu, 15/10/2008 07:17 WIB
Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia? -
Selasa, 14/10/2008 07:45 WIB
Ekspansi Usaha? Nanti Dulu...
Indeks Berita
Rabu, 09/07/2008 10:42 WIB
Saatnya Pilih Obligasi Korporasi
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Foto: Deutsche Bank
Peningkatan obligasi korporasi telah menjadikannya sebagai obligasi yang menarik dan kualitas kredit dari obligasi menawarkan peluang investasi menarik.
"Dengan menurunnya sistem risiko, imbal hasil dari obligasi pemerintah mencerminkan naiknya kekhawatiran inflasi dan harus segera diatasi," ujar Chief Investment Officer Asia Private Wealth Management Deutsche Bank, Chew Soon Gek dalam siaran pers yang diterima detikFinance (9/7/2008).
Ia juga menyarankan investor untuk menambah pengalokasian aset dengan obligasi dan saham, investasi alternatif dapat menambah variasi pada portfolio dan keseimbangan untuk hasil portfolio.
Dalam waktu 12 bulan mendatang, PWM Deutsche Bank lebih memilih saham di pasar berkembang untuk perkembangan struktural dan memilih AS ketimbang Eropa. Dengan berjalannya pengetatan moneter dan ukuran lain di bidangnya,
Investasi pada hedge funds juga dapat memberikan strategi yang bervariasi untuk imbal hasil yang sama rata (exhibited flat returns), yang terjadinya saham yang outperform disebabkan oleh margin yang besar.
"Rekomendasi keseluruhan untuk alternatif investasi, seperti hedge funds dan komoditas sebesar 30 persen, tergantung dari tujuan individu dan toleransi risiko," ujarnya.
Komoditas (energi, logam mulia dan pertanian) dan obligasi yang terproteksi inflasi (inflation-protected bonds) adalah instrumen yang berpotensi untuk menahan laju inflasi yang terus meningkat.
(ddn/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Mencicipi Manisnya Waran
- Poin Baru Aturan Tender Offer
- Dag Dig Dug Menanti Aturan Tender Offer Bapepam
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
