Forum Finance
- Akankah Harga Minya dibaw... frenks
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 05/12/2008 07:24 WIB
Petinggi 'Big Three' Siap Dibayar 1 Dolar per Tahun Demi Bailout -
Kamis, 04/12/2008 19:15 WIB
Mendag 'Lempar Handuk' Soal Permendag No 44 Tahun 2008 -
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah
Indeks Berita
Kamis, 10/07/2008 15:20 WIB
Laporan dari Brussel
EUR1 Miliar untuk Negara Miskin
Eddi Santosa - detikFinance

Komitmen UE untuk membantu negara-negara miskin yang terkena dampak krisis harga pangan ditegaskan kembali oleh Deputi Dirjen Loretta Dormal-Marino dari Direktorat Jenderal Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Komisi Eropa, demikian Atase Pertanian KBRI Brussel Edy Hartulistyoso kepada detikfinance, (9/7/2008).
Dormal-Marino menyampaikan penegasan itu dalam Translantic Dialogue on Agriculture and Rural Development yang diselenggarakan The German Marshall Fund of the United States di Brussel sehari sebelumnya, Selasa.
Bantuan UE tersebut dapat digunakan oleh negara-negara miskin dan berkembang yang termasuk net importer pangan untuk pengadaan benih dan pupuk bagi peningkatan produksi (85%) dan sisanya (15%) berupa bantuan pangan.
Rencana bantuan EUR1 miliar tersebut pertama kali dikemukakan secara terbuka oleh Komisioner Pertanian UE Mariann Fischer Boel pada Konferensi Who Will Feed the World?, yang digelar oleh Parlemen Eropa dan Presidensi Perancis di Brussel, Kamis (3/7/2008).
Fischer Boel berpendapat bahwa setelah aksi tanggap untuk peningkatan produksi di Eropa, saat ini konsentrasi juga diperlukan untuk membantu negara-negara miskin yang menghadapi krisis akibat dampak kenaikan harga pangan.
Kenaikan harga pangan tersebut seakan sebagai dua sisi koin, di satu sisi hal tersebut menguntungkan bagi negara eksporter pangan, di sisi lain menjadi masalah serius bagi net importer pangan.
Sementara itu Euobserver mengutip Financial Times melansir bahwa proposal bantuan sebesar EUR750 juta pada 2008 dan EUR250 juta pada tahun berikutnya berasal dari dana yang sedianya dialokasikan bagi produk UE yang tak terjual, namun tidak diperlukan lagi akibat kenaikan permintaan pangan.
Rencana bantuan tersebut diduga akan mengundang debat di antara negara-negara anggota UE. Jerman, misalnya, biasanya menginginkan agar uang yang tidak terbelanjakan tersebut dapat kembali ke anggaran nasional.
(es/es)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Laporan dari Roma
Penduduk Lapar Dunia Bertambah 50 Juta Orang - Laporan dari Roma
Lahan Dunia Semakin Rusak - Laporan dari Brussel
Produksi Padi, Jagung, Kedelai Indonesia Capai Rekor Baru
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
