Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 03/07/2009 16:40 WIB
Biaya Sewa Tinggi, Asmindo Ancam Boikot Trade Expo 2009 -
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi -
Jumat, 03/07/2009 14:49 WIB
Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun -
Jumat, 03/07/2009 13:47 WIB
Inpex Diminta Bangun Kilang Pengolahan LNG di Darat -
Jumat, 03/07/2009 13:33 WIB
Pemerintah Bingung Harga Gula Masih Belum Turun -
Jumat, 03/07/2009 13:05 WIB
BKPM: Pertumbuhan Investasi 2009 Optimis Capai 10%
Indeks Berita
Senin, 14/07/2008 12:39 WIB
Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: Istimewa)
Jakarta -
Program privatisasi BUMN yang akan dilakukan pemerintah di tahun ini kembali terganjal persetujuan dari DPR yang tak kunjung keluar. Akibatnya hingga semester II-2008 belum ada satu pun program privatisasi yang dapat terealisasi.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/7/2008).
"Privatisasi ini adalah momentum, jadi kita harapkan ada pemahaman yang sama bahwa ini(privatisasi) agak urgent. Kalau momentum itu lewat maka akan sulit," katanya.
Said merasa dalam hal rencana privatisasi pemerintah, jangan terus-menerus pemerintah yang selalu disalahkan. "Proses legislasi terkadang menjadi kendala, sehingga program ini terhambat, tidak fair apabila pemerintah disalahkan padahal kendalanya di DPR," ujarnya.
Dikatakannya, jika melihat momentum saat ini, BUMN industri baja dan perkebunan seperti PT Krakatau Steel dan PTPN, momentumnya sangat bagus saat ini. "Jadi jangan sampai momentum ini lewat begitu saja," ujarnya.
Memang sampai saat ini persetujuan privatisasi justru diberikan hanya kepada BUMN di bidang karya yang jika dilakukan IPO pasar sedang tidak potensial.
"Jika momentum ini lewat, maka sangat disayangkan sekali. Kita selalu siap 24 jam untuk membahas dengan DPR, bahkan Sabtu dan Minggu juga oke," imbuhnya.
"Seperti Garuda momentumnya lagi bagus, penerbangan lagi bagus, jangan sampai momentum lewat pemerintah disalahlan, semua kita siap tapi kan tunggu persetujuan DPR. Kita inventarisasi apa yang jadi tanggung jawab pemerintah sudah selesai semua," lanjut Said.
Said mengatakan harapan pemerintah sejak kuartal I-2008 harusnya sudah ada persetujuan yang keluar dari DPR sehingga program privatisasi bisa berjalan dengan baik dan sesuai jadwal. (dnl/ir)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: Istimewa)
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/7/2008).
"Privatisasi ini adalah momentum, jadi kita harapkan ada pemahaman yang sama bahwa ini(privatisasi) agak urgent. Kalau momentum itu lewat maka akan sulit," katanya.
Said merasa dalam hal rencana privatisasi pemerintah, jangan terus-menerus pemerintah yang selalu disalahkan. "Proses legislasi terkadang menjadi kendala, sehingga program ini terhambat, tidak fair apabila pemerintah disalahkan padahal kendalanya di DPR," ujarnya.
Dikatakannya, jika melihat momentum saat ini, BUMN industri baja dan perkebunan seperti PT Krakatau Steel dan PTPN, momentumnya sangat bagus saat ini. "Jadi jangan sampai momentum ini lewat begitu saja," ujarnya.
Memang sampai saat ini persetujuan privatisasi justru diberikan hanya kepada BUMN di bidang karya yang jika dilakukan IPO pasar sedang tidak potensial.
"Jika momentum ini lewat, maka sangat disayangkan sekali. Kita selalu siap 24 jam untuk membahas dengan DPR, bahkan Sabtu dan Minggu juga oke," imbuhnya.
"Seperti Garuda momentumnya lagi bagus, penerbangan lagi bagus, jangan sampai momentum lewat pemerintah disalahlan, semua kita siap tapi kan tunggu persetujuan DPR. Kita inventarisasi apa yang jadi tanggung jawab pemerintah sudah selesai semua," lanjut Said.
Said mengatakan harapan pemerintah sejak kuartal I-2008 harusnya sudah ada persetujuan yang keluar dari DPR sehingga program privatisasi bisa berjalan dengan baik dan sesuai jadwal. (dnl/ir)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
