Berita Lain

Indeks Berita



Senin, 14/07/2008 14:44 WIB
Mensesneg Nilai Berita Krisis Listrik Terlalu Dibesarkan
Luhur Hertanto - detikFinance


Foto: Rafiqa/detikcom
Jakarta - Siapapun tak membantah Indonesia sedang dilanda krisis listrik. Namun Mensesneg Hatta Rajasa menilai, krisis listrik yang kini ramai dibicarakan lebih dibesarkan karena pemberitaannya yang berlebihan.

"Saya rasa krisis listrik itu, tampaknya lebih dibesarkan pemberitaannya," ujar Hatta di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/7/2008).

Hatta menjelaskan, krisis listrik hanya terjadi bila ada pembangkit yang sedang dirawat. Dan menurut Hatta, pada kenyataannya pemadaman tidak benar-benar dilakukan oleh PLN.

"Jadi ya kita harus pandai-pandai pula memilah jangan sampai merugikan kita semua. Yang maksudnya krisis listrik itu kalau ada yang dirawat engine-nya maka akan terjadi kekurangan. Saat kekurangan itu harus dilakukan ini itu dan diartikan terjadi krisis. Tapi saya rasa itu berlebihan, bisa menimbulkan ketakutan pada warga," urainya.

Jadi pasokan listrik tetap aman? "Kalau aman tanyakan ke menteri ESDM," ujarnya singkat.

Padahal menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, cadangan daya listrik PLN makin menipis. Dari batas cadangan minimal sebesar 30%, pada kenyataannya cadangan yang tersisa hanya tinggal 20%. Dengan kondisi seperti ini, satu saja pembangkit andalan PLN terganggu, maka pemadaman listrik tak terhindarkan.

"Cadangannya hanya 20%. Dengan cadangan sebesar itu, kalau ada unit pembangkit besar mengalami gangguan, dikhawatirkan akan terjadi pemadaman," ujarnya di Gedung ESDM hari ini. (qom/ir)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (18 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).