Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Rabu, 16/07/2008 08:23 WIB
Harga Minyak Susut ke US$ 138
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: Reuters)
Pada penutupan perdagangan di New York Selasa waktu AS (15/7/2008) harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Agustus turun US$ 6,44 menjadi US$ 138,74. Penurunan hingga US$ 6 dalam satu sesi itu merupakan penurunan yang tajam sejak Januari 1991.
Sedangkan harga minyak di London jenis Brent North Sea turun US$ 5,17 ke posisi US$ 138,75 per barel.
Harga minyak terbanting setelah muncul pernyataan gubernur bank sentral AS, Ben Bernanke bahwa ekonomi AS yang berisiko dan derajat ketidakpastian yang tinggi.
"Prediksi dari Ben Bernanke yang suram terhadap perekonomian AS dan perkiraan turunnya permintaan minyak oleh OPEC menjadi faktor turunnya harga minyak yang cukup dalam," kata Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dilansir dari AFP, Rabu (16/7/2008).
Para pelaku pasar melihat kemungkinan perlambatan ekonomi AS ini akan berjalan dalam jangka waktu panjang, yang jika ini terjadi bisa berpengaruh pada konsumsi minyaknya. Padahal konsumsi minyak AS menyerap 20% dari produksi dunia.
Perusahaan kartu kredit terbesar dunia, Mastercard pada Selasa (15/7/2008) juga mengumumkan adanya penurunan pembelian BBM di AS pada pekan lalu yang merupakan penurunan ke-11 setiap pekannya. Padahal di AS saat ini sedang dalam masa puncak libur musim panas yang biasanya akan membuat belanja BBM meningkat.
(ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




