Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Kamis, 17/07/2008 10:47 WIB
SDA Melimpah
Indonesia Bisa Kena 3 Kutukan
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Kutukan pertama adalah kutukan karena memiliki cadangan minyak atau sumber daya alam yang banyak atau biasa dikenal oil curse atau natural resources curse.
"Seperti Nigeria dan penghasil minyak lainnya, malah mendapat kutukan natural resources curse. Negeri yang produksinya banyak, hasil SDA yang banyak, migas, hutan, dll, malah menjadi kemiskinan yang cukup lama," kata Mantan Ketua MPR Amien Rais.
Hal itu disampaikan Amien dalam diskusi publik "Buka-bukaan Impor Minyak Pertamina" di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
Kutukan kedua adalah kutukan utang luar negeri. Menurut Ari, Indonesia saat ini sudah terikat kutukan luar negeri, alias sudah kecanduan.
"Setahun saja tidak mengambil utang luar negeri, lantas tangannya gatal. Ini sudah menjadi pasungan jebakan utang," katanya.
Dan kutukan ketiga adalah yang paling dikhawatirkan, dimana jika dua kutukan diatas tidak dikelola dengan baik, maka bisa dapat kutukan dari Yang Maha Kuasa.
"Yang paling dikhawatikan, mendapat kutukan dari Yang Maha Kuasa karena kurang pandai mengelola SDA yang sedemikian melimpah. Instead of menyukuri, malah jadi kufur, jadi kemunafikan. Meskipun ada yang muntaber alias munafik tapi berhasil," katanya. (lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (19 Komentar)
Baca juga :
- BP Migas Berharap ICW Salah Hitung Soal Penyimpangan Migas
- KPK Akan Awasi Lifting Migas
- Cadangan Minyak RI Tambah 35 Juta Barel
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




