Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Kamis, 17/07/2008 16:51 WIB
APBNP 2008 Melonjak Jadi Rp 1.097 Triliun
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: Wahyu-detikFinance)
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
"Perubahan harga minyak dan inflasi yang sangat signifikan menyebabkan subsidi dan beban utang kita pada APBN-P 2008 berubah," jelasnya.
Sri Mulyani menuturkan, untuk beban utang pada APBN-P bertambah Rp 2,2 triliun, dari Rp 94,8 triliun menjadi Rp 97 triliun. Kemudian untuk subsidi BBM bertambah drastis sebanyak Rp 53,5 triliun, dari Rp 126,8 triliun menjadi Rp 180.3 triliun.
"Untuk subsidi listrik juga ada tambahan Rp 28,1 triliun, dari Rp 60,3 triliun menjadi Rp 88,4 triliun, subsidi pupuk juga bertambah Rp 7,4 triliun, dari Rp 7,8 triliun menjadi Rp 15,2 triliun. Lalu untuk subsidi raskin bertambah Rp 3,4 triliun, dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 12 triliun," tuturnya.
Sri Mulyani menjelaskan pemerintah memahami situasi saat ini sangat dinamis dan APBN-P tidak bisa mengelola seluruh situasi ekonomi yang terjadi. Ini juga yang membuat pemerintah meminta persetujuan DPR untuk menambahkan cadangan fiskal sebesar Rp 2 triliun agar APBN-P bisa menahan laju lonjakan harga minyak hingga US$ 150 per barel.(dnl/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Antisipasi Minyak US$ 150, Dana Cadangan Ditambah Rp 2 T
- Setoran Pajak Bisa Lampaui Target
- APBN-P 2008 Bakal Melonjak Tajam
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
