Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Jumat, 18/07/2008 12:05 WIB
Qantas PHK 1.500 Karyawan
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: AFP
Qantas juga membatalkan rencana untuk menyewa 1.200 pegawai dan memangkas proyeksi kapasitas pertumbuhan untuk 2008-2009 dari 8% menjadi 0%. Qantas juga akan mempensiunkan 22 pesawatnya yang sudah uzur.
"Karyawan yang akan dikurangi terutama untuk area non operasional, meski sejumlah posisi di divisi operasional juga akan dikurangi. Lebih dari 20% dari manajemen kami dan pendukung kantor pusat juga akan dikurangi," ujar Chief Executive Qantas, Geoff Dixon seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/7/2008).
Dixon menambahkan, industri penerbangan di seluruh dunia kini sedang menghadapi masa-masa sulit sehubungan dengan gejolak harga minyak mentah yang sempat menembus US$ 147 per barel.
Langkah ini diharapkan bisa melindungi posisi daya saing Qantas. Dixon berharap perusahaan dan juga 36.000 karyawan bisa membuat pertumbuhan laba di masa mendatang disaat kondisi sudah membaik.
Pemangkasan karyawan termasuk juga 99 pekerja call center di London dan Tucson. Sementara selain mengistirahatkan pesawat tuanya, Qantas akan menggunakan pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar seperti Airbus A380 dan Boeing B787.
Bahan bakar mengambil porsi 35% dari belanja maskapai. Qantas memperkirakan biaya bahan bakarnya akan naik lebih dari US$ 2 miliar selama 2008-2009.(qom/ir)
Baca juga :
- UE Nilai Ada Kemajuan soal Keamanan Penerbangan RI
- RI Minta Luxemburg Bantu Pencabutan Larangan Terbang
- Maskapai Penerbangan Nasional Didorong Merger
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
