Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Sabtu, 19/07/2008 09:58 WIB
Harga Minyak Mundur ke US$ 128
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: Istimewa)
Harga minyak mentah merosot karena investor cemas akan pertumbuhan ekonomi global terutama AS yang bisa mengakibatkan lambatnya permintaan terhadap minyak dunia. Namun tak ada yang bisa menjamin apakah saat ini tren harga minyak mentah mulai turun.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS (18/7/2008) harga minyak di New York jenis light sweet untuk pengiriman Agustus turun 41 sen menjadi US$ 128,88 per barel. Harga minyak di New York pekan ini telah turun US$ 15 sejak Selasa 15 Juli 2008.
Sedangkan harga minyak di London jenis Brent North Sea untuk pengiriman September turun 88 sen menjadi US$ 130,19 per barel.
"Kecemasan pelaku pasar meningkat karena pertumbuhan ekonomi AS yang lesu disisi lain konflik yang terjadi antara negara barat dan Iran tentang program nuklirnya juga menjadi perhatian," kata Mike Fitzpatrick, analis dari MF Global seperti dilansir dari AFP, Sabtu (19/7/2008).
Investor sedikit demi sedikit mulai meninggalkan pasar minyak karena dampak pelemahan ekonomi dunia, meski untuk jangka panjang pasar minyak masih tetap masuk dalam radar investasi.
Harga minyak pernah mencatat rekor tertinggi di level US$ 147 pada pekan lalu. Namun harga minyak mulai menyusut setelah keluarnya data melemahnya konsumsi BBM di AS yang membuat cadangannya meningkat.(ir/ir)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Harga Minyak Anjlok ke US$ 130 per Barel
- Harga Minyak Turun ke US$ 134
- Antisipasi Minyak US$ 150, Dana Cadangan Ditambah Rp 2 T
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
