Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Minggu, 20/07/2008 14:32 WIB
Royalti Inco Akan Diganti
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Foto: Istimewa
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi MS Marpaung menjelaskan, seharusnya model royalti nikel Inco sudah diganti sejak Juni 2008. Namun karena pemerintah menginginkan keuntungan yang optimal, maka keduanya akan membahas model royalti yang lain.
"Kita berpikir, kalau royalti yang seharusnya di terapkan Juni lalu benar-benar diterapkan, maka setoran ke pemerintah bakal berkurang. Makanya kita lihat lagi, kira-kira royalti yang bagaimana yang bisa menguntungkan pemerintah dan Inco juga," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/7/2008).
Menurut Marpaung, pengurangan setoran pemerintah ini paling berdampak terhadap pendapatan pemerintah daerah. Karena 80% royalti yang didapat pemerintah dialokasikan untuk pembangunan daerah tempat Inco menambang.
Model royalti yang lama menggunakan patokan harga nikel dikalikan dengan rumus tertentu. Sementara seiring harga nikel yang terus menanjak, pemerintah menginginkan harga nikelnya tidak dipatok lagi. Sehingga pemerintah dan Inco sama-sama menikmati harga nikel yang naik daun.
"Jadi sekarang mau dicarikan model supaya kalau harga nikel naik, sama-sama berbagi. Kalau turun juga sama-sama bagi-bagi juga," jelasnya.
Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah model royalti ini. Inco masih ingin menerapkan royalti yang sudah seharusnya diterapkan pada Juni 2008.
"Dari pihak Inco seret, biasalah. Mereka bilang contract is contract," ujarnya.
(lih/asy)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bermodal Izin Sementara, Inco Bangun PLTA Karebbe
- INCO Ingin Kontrak Setelah 2025 Diperpanjang
- Harga Nikel Naik, Pemerintah Minta INCO Tambah Royalti
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
