Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 08:04 WIB
Berkat Komoditas, Permintaan Mobil dari Luar Jawa Kian Deras -
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September -
Jumat, 29/08/2008 07:16 WIB
Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan -
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar -
Kamis, 28/08/2008 22:12 WIB
Realisasi Investor AS Bangun PLTP di Dekat Lumpur Lapindo Disangsikan -
Kamis, 28/08/2008 18:18 WIB
Beli Elpiji 3 Kg Diusulkan Pakai Kartu
Indeks Berita
Minggu, 20/07/2008 14:32 WIB
Royalti Inco Akan Diganti
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Istimewa
Jakarta -
Pemerintah akan mengganti model royalti nikel Inco yang berlaku saat ini. Model royalti yang baru diharapkan bisa diterapkan sebelum akhir tahun in.
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi MS Marpaung menjelaskan, seharusnya model royalti nikel Inco sudah diganti sejak Juni 2008. Namun karena pemerintah menginginkan keuntungan yang optimal, maka keduanya akan membahas model royalti yang lain.
"Kita berpikir, kalau royalti yang seharusnya di terapkan Juni lalu benar-benar diterapkan, maka setoran ke pemerintah bakal berkurang. Makanya kita lihat lagi, kira-kira royalti yang bagaimana yang bisa menguntungkan pemerintah dan Inco juga," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/7/2008).
Menurut Marpaung, pengurangan setoran pemerintah ini paling berdampak terhadap pendapatan pemerintah daerah. Karena 80% royalti yang didapat pemerintah dialokasikan untuk pembangunan daerah tempat Inco menambang.
Model royalti yang lama menggunakan patokan harga nikel dikalikan dengan rumus tertentu. Sementara seiring harga nikel yang terus menanjak, pemerintah menginginkan harga nikelnya tidak dipatok lagi. Sehingga pemerintah dan Inco sama-sama menikmati harga nikel yang naik daun.
"Jadi sekarang mau dicarikan model supaya kalau harga nikel naik, sama-sama berbagi. Kalau turun juga sama-sama bagi-bagi juga," jelasnya.
Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah model royalti ini. Inco masih ingin menerapkan royalti yang sudah seharusnya diterapkan pada Juni 2008.
"Dari pihak Inco seret, biasalah. Mereka bilang contract is contract," ujarnya.
(lih/asy)
Royalti Inco Akan Diganti
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Foto: Istimewa
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi MS Marpaung menjelaskan, seharusnya model royalti nikel Inco sudah diganti sejak Juni 2008. Namun karena pemerintah menginginkan keuntungan yang optimal, maka keduanya akan membahas model royalti yang lain.
"Kita berpikir, kalau royalti yang seharusnya di terapkan Juni lalu benar-benar diterapkan, maka setoran ke pemerintah bakal berkurang. Makanya kita lihat lagi, kira-kira royalti yang bagaimana yang bisa menguntungkan pemerintah dan Inco juga," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/7/2008).
Menurut Marpaung, pengurangan setoran pemerintah ini paling berdampak terhadap pendapatan pemerintah daerah. Karena 80% royalti yang didapat pemerintah dialokasikan untuk pembangunan daerah tempat Inco menambang.
Model royalti yang lama menggunakan patokan harga nikel dikalikan dengan rumus tertentu. Sementara seiring harga nikel yang terus menanjak, pemerintah menginginkan harga nikelnya tidak dipatok lagi. Sehingga pemerintah dan Inco sama-sama menikmati harga nikel yang naik daun.
"Jadi sekarang mau dicarikan model supaya kalau harga nikel naik, sama-sama berbagi. Kalau turun juga sama-sama bagi-bagi juga," jelasnya.
Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah model royalti ini. Inco masih ingin menerapkan royalti yang sudah seharusnya diterapkan pada Juni 2008.
"Dari pihak Inco seret, biasalah. Mereka bilang contract is contract," ujarnya.
(lih/asy)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
