Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Minggu, 20/07/2008 15:03 WIB
Kebutuhan Batubara Industri Domestik 2009 Capai 76 Juta Ton
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: is
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi MS Marpaung menjelaskan, kebutuhan sebanyak 76 juta ton tersebut diajukan bulan lalu oleh beberapa industri.
"Ada asosiasi semen, tekstil, PLN, dan juga Depperin. Mereka sudah kirim surat yang menjelaskan industri ini butuh sekian. Dengan begini, setidaknya kami dapat angka. Sekitar 76 juta ton, itu yang harus disediakan untuk dalam negeri," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (20/7/2008).
Menurut Marpaung, produksi batubara nasional pada 2009 direncanakan mencapai 235-250 juta ton per tahun. Jumlah ini jauh di atas kebutuhan dalam negeri, sehingga industri tidak perlu mencari batubara impor untuk menutupi kebutuhannya.
Malahan, kata Marpaung, industri yang sudah mengajukan kebutuhan batubaranya diminta benar-benar menyerap batubara yang sudah diproduksi. Jangan sampai tingkat konsumsinya berbeda dengan yang sudah direncanakan, sehingga batubara yang sudah diproduksi tidak terserap.
"Memang 76 juta ton yang diajukan bukan semua kontrak baru. Namun kita juga melihat pembeliannya. Ketika dia sudah komit 4 juta ton misalkan, sudah siap dipasok, jangan hanya beli 2,5 juta ton. 1,5 juta tonnya dari mana? Kalau dia nakal, bisa dibeli dari yang ilegal," katanya.(lih/asy)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Produsen Siap Bayar Royalti Pakai Batubara
- Jangan Ada Aturan Berbeda Untuk DMO Batubara
- Pemerintah Evaluasi Tender Batubara PLN
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
