Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 08:04 WIB
Berkat Komoditas, Permintaan Mobil dari Luar Jawa Kian Deras -
Jumat, 29/08/2008 07:32 WIB
Pertamina Tambah Impor Premium 2 Juta Barel bulan September -
Jumat, 29/08/2008 07:16 WIB
Hotel dan Mal Wajib Pakai Genset 3 Jam Sepekan -
Jumat, 29/08/2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar -
Kamis, 28/08/2008 22:12 WIB
Realisasi Investor AS Bangun PLTP di Dekat Lumpur Lapindo Disangsikan -
Kamis, 28/08/2008 18:18 WIB
Beli Elpiji 3 Kg Diusulkan Pakai Kartu
Indeks Berita
Minggu, 20/07/2008 16:31 WIB
Penerimaan Negara Tambah Rp 200 Triliun di 2010
Gede Suardana - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Jakarta -
Pemerintah yakin penerimaan negara akan bertambah Rp 200 triliun pada 2010. Penghematan energi merupakan sumber yang paling signifikan untuk menebalkan kantong anggaran pemerintah.
Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam sambutan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-13 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/7/2008).
"Tambahan penerimaan itu berasal dari penghematan energi yang kita lakukan sekarang ini," katanya.
Saat ini pemerintah memang tengah giat-giatnya melakukan penghematan energi. Sebut saja program konversi minyak tanah ke elpiji yang dilakukan dengan membagikan kompor dan tabung elpiji secara gratis.
Lalu ada juga program percepatan pembangunan pembangkit listrik batubara 10.000 MW yang dilakukan untuk mengurangi porsi pemakaian BBM sebagai bahan bakar pembangkit.
Program penghematan, lanjut Kalla, menjadi penting karena 40-45 persen anggaran negara tahun ini yang mencapai Rp 1.000 triliun digunakan untuk menutupi kebutuhan subsidi BBM dan listrik, pangan, dan cicilan utang serta bunganya.
Sehingga dengan adanya penghematan energi, maka diharapkan ada dana yang tersisa untuk investasi dan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Dengan begitu, bisa mendongkrak ekonomi Indonesia yang diprediksi akan melesat pada 2011.
"Tahun 2011, kita optimis pertumbuhan ekonomi akan melesat menjadi 9% dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih terhormat di Asia," katanya.
(lih/lih)
Penerimaan Negara Tambah Rp 200 Triliun di 2010
Gede Suardana - detikFinance

Foto: Dok detikcom
Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam sambutan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-13 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/7/2008).
"Tambahan penerimaan itu berasal dari penghematan energi yang kita lakukan sekarang ini," katanya.
Saat ini pemerintah memang tengah giat-giatnya melakukan penghematan energi. Sebut saja program konversi minyak tanah ke elpiji yang dilakukan dengan membagikan kompor dan tabung elpiji secara gratis.
Lalu ada juga program percepatan pembangunan pembangkit listrik batubara 10.000 MW yang dilakukan untuk mengurangi porsi pemakaian BBM sebagai bahan bakar pembangkit.
Program penghematan, lanjut Kalla, menjadi penting karena 40-45 persen anggaran negara tahun ini yang mencapai Rp 1.000 triliun digunakan untuk menutupi kebutuhan subsidi BBM dan listrik, pangan, dan cicilan utang serta bunganya.
Sehingga dengan adanya penghematan energi, maka diharapkan ada dana yang tersisa untuk investasi dan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Dengan begitu, bisa mendongkrak ekonomi Indonesia yang diprediksi akan melesat pada 2011.
"Tahun 2011, kita optimis pertumbuhan ekonomi akan melesat menjadi 9% dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih terhormat di Asia," katanya.
(lih/lih)
Komentar terkini (1 Komentar)
