Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Rabu, 23/07/2008 09:35 WIB
Dolly Menjauh, Minyak Jatuh
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Pada perdagangan Selasa (22/7/2008) di New York, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Agustus merosot hingga 3,09 dolar menjadi US$ 127,95 per barel.
Kontrak ini sebelumnya sempat rebound hingga 2 dolar pada Senin (21/7/2008), setelah penurunan tajam hingga 16 dolar pada pekan sebelumnya. Rebound terjadi setelah badai Dolly bergerak menuju Teluk Meksiko, plus menegangnya kembali suhu geopolitik di Iran terkait program nuklirnya.
Sementara di London, minyak jenis Brent pengiriman September juga merosot 3,06 dolar menjadi US$ 129,55 per barel.
"Badai pertama yang akan menuju teluk itu telah menimbulkan kekhawatiran dan kegugupan di pasar. Badai yang sepertinya merupakan yang terburuk itu akan membuat sejumlah kecil produksi minyak di Teluk Meksiko terhenti, namun untuk gas sepertinya tidak akan terpengaruh," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/7/2008).
Peramal cuaca sebelumnya mengeluarkan peringatan badai Dolly akan menuju Teluk Meksiko pada Selasa lalu, dan akan mengancam sebagai badai kategori 1 di seluruh dataran Amerika.
Beberapa perusahaan pengeboran minyak mengevakuasi pegawainya dari fasilitas kilangnya. Sekitar seperempat produksi minyak mentah AS dan 15 persen produksi gas alam AS berasal dari Teluk Meksiko.
Setelah memudarnya kekhawatiran akan badai Dolly, investor kini fokus pada pertumbuhan ekonomi AS dan kelanjutan pembicaraan nuklir Iran. Pembicaraan pada pekan lalu di Jenewa, Swiss tak banyak membawa perkembangan. Iran memiliki waktu 2 minggu untuk merespons tawaran internasional untuk menghentikan proyek nuklirnya.
(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Arah Harga Minyak Baru Terbaca bulan Oktober
- OPEC: Permintaan Minyak 2009 Naik 900 ribu bph
- Harga Minyak Mundur ke US$ 128
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
