Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Kamis, 24/07/2008 13:33 WIB
Harga BBM Bisa Naik Lagi di 2009
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto : Pertamina
Hal tersebut disampaikan Kepala Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean dalam diskusi di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Kalau rata-rata harga minyaknya sampai US$ 130-US$ 140 per barel pada semester satu dan dua, saya pastikan pemerintah akan menaikkan lagi harga BBM sampai 30%," katanya.
Hal ini dikarenakan pada rata-rata harga demikian, maka subsidi BBM saja sudah menembus Rp 200 triliun lebih. Ditambah subsidi listrik dan pangan, total subsidi yang ditanggung pemerintah akan melampaui Rp 300 triliun.
"Kalau sudah demikian, maka akan melanggar UU karena maksimal (defisitnya) hanya 3%. Pemerintah nggak akan berani, pasti dinaikkan lagi," katanya.
Pemilihan waktu pada pertengahan 2009 atau sekitar Juni dipilih karena masa pasca pemilu. "Kalau sebelum pemilu pemerintah nggak akan berani, makanya ini akan jadi beban pemerintah selanjutnya," katanya.
Harga minyak pada semester pertama sempat mencapai US$ 140 per barel, namun sekarang turun ke US$ 124 per barel. Jika pada semester kedua harga minyak bertengger lama di level US$ 160 per barel, maka rata-ratanya bisa jadi US$ 140 per barel.
(lih/ddn)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
