Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 23/11/2008 10:03 WIB
Laporan dari Peru
Pererat Hubungan dengan IPC, RI Genjot Produksi Kentang -
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Laporan dari Peru
SBY Minta Peran Lebih Kalangan Bisnis Atasi Krisis Global -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta
Indeks Berita
Kamis, 24/07/2008 13:39 WIB
Updated
Harga Minyak Turun ke US$ 124
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: dok Apexindo)
Selain itu, ancaman topan Dolly di Teluk Meksiko yang semula dikhawatirkan menyerang instalasi minyak di wilayah tersebut kini sudah menjauh.
Alhasil, dengan dua berita gembira itu, harga minyak di New York pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (23/7/2008) untuk minyak jenis light sweet pengiriman September turun US$ 3,98 menjadi US$ 124,44 per barel.
Begitu pula dengan harga minyak di London jenis Brent North Sea untuk pengiriman September turun US$ 4,26 menjadi US$ 125,29 per barel.
Phil Flynn, analis dari Alaron Trading mengatakan pasar juga terpengaruh dengan pernyataan Presiden Bank Sentral (Federal Reserve) bagian Philadelphia yang mengatakan the Fed kemungkinan akan segera menaikkan suku bunga.
"Pernyataan ini telah menolong dan membantu penurunan harga komoditas," kata Flynn seperti dilansir dari AFP, Kamis (24/7/2008).
Harga minyak telah jatuh hingga US$ 23 sejak 11 Juli 2008 saat harga minyak mencatat kenaikan rekor tertinggi di level US$ 147.
Sementara Badan Informasi Energi AS (US Energy Information Administration/EIA) mengatakan cadangan minyak di AS turun menjadi 1,6 juta barel per 18 Juli yang diluar ekspektasi pasar yang memperkirakan turun menjadi 600 ribu barel. Namun EIA mencatat cadangan bensin justru naik di posisi 2,9 juta barel.
(ir/ir)
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Dolly Menjauh, Minyak Jatuh
- Arah Harga Minyak Baru Terbaca bulan Oktober
- OPEC: Permintaan Minyak 2009 Naik 900 ribu bph
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
